Key insights and market outlook
PT Golden Flower Tbk (POLU), produsen merek fesyen global seperti Calvin Klein dan Ralph Lauren, tetap optimis terhadap margin dan laba di masa depan meskipun Amerika Serikat (AS) memberlakukan tarif resiprokal sebesar 19%. Perusahaan menilai Indonesia diuntungkan dengan tarif saat ini yang lebih rendah dibanding Vietnam. POLU diversifikasi pasar dan berencana meningkatkan kapasitas produksi seiring rencana perluasan pasar.
PT Golden Flower Tbk (POLU), produsen merek fesyen global terkenal seperti Calvin Klein dan Ralph Lauren, mengungkapkan optimisme terkait dampak tarif resiprokal AS sebesar 19% terhadap kinerja keuangan di masa depan. Menurut Harry Sutopo, Direktur Utama perusahaan, tarif saat ini yang diberlakukan AS dianggap lebih menguntungkan dibandingkan dengan Vietnam, sehingga berpotensi meningkatkan posisi ekspor Indonesia.
Sebagai respons terhadap perubahan lingkungan perdagangan, POLU melaksanakan rencana diversifikasi pasar yang strategis. Perusahaan secara bertahap meningkatkan kapasitas produksinya untuk mendukung upaya perluasan pasar. Pendekatan proaktif ini dirancang untuk mengurangi potensi risiko yang terkait dengan kebijakan perdagangan internasional sambil memanfaatkan peluang yang muncul di pasar lokal dan internasional.
Keyakinan manajemen bersumber dari anggapan bahwa posisi tarif Indonesia saat ini relatif menguntungkan. Dengan tarif AS sebesar 19% yang lebih rendah dibanding tarif untuk ekspor Vietnam, POLU melihat potensi peningkatan daya saing di pasar AS. Perbedaan tarif yang menguntungkan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekspor Indonesia di sektor pakaian jadi.
Respon strategis POLU terhadap kenaikan tarif AS menunjukkan komitmen perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan bisnis dan mengejar peluang pertumbuhan. Dengan diversifikasi kehadiran pasar dan peningkatan kapabilitas produksi, POLU berupaya untuk menjamin kinerja keuangan yang stabil sambil menghadapi dinamika perdagangan internasional yang kompleks.
Tarif Impor AS Naik
Diversifikasi Pasar Lokal
Peningkatan Kapasitas Produksi