Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia telah menyuntikkan tambahan Rp76 triliun ke bank-bank BUMN, termasuk Rp25 triliun masing-masing ke Bank Mandiri, BRI, dan BNI, serta Rp1 triliun ke Bank Jakarta 2
Pemerintah Indonesia telah melakukan langkah signifikan untuk meningkatkan likuiditas di bank-bank BUMN dengan menyuntikkan tambahan Rp76 triliun pada 10 November 2025 2
Suntikan terbaru ini menyalurkan Rp25 triliun masing-masing ke Bank Mandiri, BRI, dan BNI, sementara Bank Jakarta menerima Rp1 triliun 2
Kinerja penyaluran kredit berbeda-beda di antara bank BUMN. Bank Mandiri dan BRI telah berhasil menyalurkan 100% dari alokasi Rp55 triliun masing-masing, menunjukkan kapasitas kuat mereka dalam memanfaatkan dana secara efektif 1
Keputusan pemerintah untuk menyuntikkan likuiditas tambahan didorong oleh dampak positif suntikan awal terhadap aktivitas ekonomi. Biaya dana yang lebih rendah, ditetapkan sebesar 3,8% atau 80% dari suku bunga acuan BI, telah mendorong bank untuk menyalurkan kredit lebih cepat 3
Suntikan tambahan diharapkan dapat lebih mempercepat pertumbuhan kredit, mendukung bisnis dan individu dalam mengakses dana yang diperlukan. Pendekatan proaktif pemerintah dalam mengelola likuiditas kemungkinan akan memiliki efek positif pada keseluruhan ekonomi, berkontribusi pada peningkatan stabilitas dan pertumbuhan keuangan.
Additional Government Fund Injection
Credit Disbursement Update
State-Owned Banks Liquidity Boost