Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia, melalui BP Tapera, tetap optimistis mencapai target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi melalui program KPR FLPP pada akhir 2025. Per 3 November 2025, 213.630 unit senilai Rp 26,51 triliun telah terealisasi, mewakili 61,04% dari target. BP Tapera terus berkolaborasi untuk mencapai target yang tersisa dalam waktu kurang dari dua bulan.
Pemerintah Indonesia, melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), tetap optimistis mencapai target ambisius penyaluran 350.000 unit rumah subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada akhir 2025. Per 3 November 2025, lembaga ini telah berhasil menyalurkan 213.630 unit, dengan nilai transaksi mencapai Rp 26,51 triliun. Ini mewakili 61,04% dari target tahunan, meninggalkan kurang dari dua bulan untuk mencapai kuota yang tersisa.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menekankan komitmen lembaga ini untuk menjaga semangat kolaboratif guna memastikan rumah tangga berpenghasilan rendah dapat mewujudkan impian memiliki rumah di 2025. Optimisme ini juga dirasakan oleh bank-bank peserta, dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan telah menyalurkan 667 unit KPR FLPP dengan total saldo outstanding sebesar Rp 95,9 miliar.
Penyaluran KPR FLPP yang sukses tidak hanya mendukung inisiatif perumahan pemerintah tetapi juga berkontribusi pada pasar properti secara keseluruhan. Dengan kurang dari dua bulan tersisa di 2025, fokus akan diberikan pada percepatan penyaluran yang tersisa untuk mencapai target. Kolaborasi antara BP Tapera dan lembaga keuangan peserta akan sangat krusial dalam mencapai tujuan ini.
FLPP Mortgage Target Achievement
Subsidized Housing Distribution Progress