Key insights and market outlook
Belanja pemerintah pusat melonjak menjadi Rp 1.500,4 triliun pada akhir Desember 2025, melebihi target anggaran awal sebesar Rp 1.275,6 triliun sebesar 29,3%. Meskipun terjadi peningkatan signifikan, analis menilai dampak terhadap pertumbuhan ekonomi tetap terbatas. Anggaran 2026 bahkan lebih tinggi, yaitu Rp 1.510,5 triliun, menunjukkan momentum belanja pemerintah yang terus berlanjut.
Belanja pemerintah pusat, khususnya melalui berbagai kementerian dan lembaga pemerintah (K/L), mencapai rekor Rp 1.500,4 triliun pada akhir Desember 2025. Angka ini merupakan 129,3% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 awal sebesar Rp 1.275,6 triliun, menandai peningkatan signifikan sebesar 14% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan dengan Rp 1.315 triliun pada 2024.
Walaupun terjadi peningkatan besar dalam belanja pemerintah, analis keuangan menilai bahwa dampak terhadap pertumbuhan ekonomi relatif terbatas. Kemampuan pemerintah untuk merangsang aktivitas ekonomi yang lebih luas melalui pengeluarannya tampaknya terbatas, yang mungkin disebabkan oleh berbagai faktor termasuk efisiensi alokasi dan efektivitas implementasi proyek.
Menjelang 2026, pemerintah telah menganggarkan belanja yang lebih tinggi lagi sebesar Rp 1.510,5 triliun untuk K/L, dibandingkan dengan target APBN 2025 sebesar Rp 1.160,1 triliun. Tren peningkatan belanja pemerintah yang terus berlanjut ini menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap stimulus fiskal, meskipun ada kekhawatiran tentang efektivitasnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pola peningkatan belanja pemerintah ini menimbulkan pertanyaan penting tentang efisiensi pengeluaran publik dan perannya dalam strategi ekonomi Indonesia. Ketika pemerintah terus meningkatkan pengeluaran, akan ada pengawasan yang lebih ketat terhadap efektivitas pengeluaran ini dalam mencapai tujuan ekonomi yang lebih luas.
Government Expenditure Surge
Budget Increase for 2026