Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia sedang melaksanakan program magang nasional untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal akhir 2025. Peserta menerima uang saku bulanan berdasarkan kehadiran mereka. Ketidakhadiran dapat menyebabkan potongan uang saku harian. Program ini, yang kini memasuki gelombang kedua, bertujuan memberikan pengalaman praktis kepada lulusan baru di perusahaan-perusahaan top Indonesia.
Pemerintah Indonesia telah memperkenalkan program magang nasional sebagai langkah stimulus ekonomi utama untuk kuartal akhir tahun 2025. Program ini memberikan kesempatan kepada lulusan baru untuk mengikuti magang selama enam bulan di perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia, menggabungkan pengalaman praktis dengan pembelajaran akademis. Peserta menerima uang saku bulanan yang secara langsung terkait dengan catatan kehadiran mereka. Menurut akun Instagram resmi Kementerian Ketenagakerjaan (@kemnaker), jumlah uang saku dihitung berdasarkan kehadiran harian, yang berarti bahwa ketidakhadiran dapat mengakibatkan potongan harian dari tunjangan bulanan.
Program magang nasional telah menyelesaikan dua gelombang sejak diluncurkan pada Oktober 2025, dengan gelombang berikutnya dijadwalkan dibuka untuk pendaftaran bulan depan. Inisiatif ini merupakan upaya signifikan pemerintah untuk secara bersamaan mengatasi tantangan pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan kaum muda. Dengan memberikan pengalaman kerja terstruktur, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan kerja lulusan baru sambil memberikan vitalitas pada pasar tenaga kerja.
Sistem uang saku berbasis kehadiran menekankan pentingnya partisipasi reguler. Meskipun jumlah uang saku yang tepat tidak disebutkan, mekanisme potongan harian untuk ketidakhadiran menunjukkan bahwa menjaga kehadiran yang baik sangat penting bagi peserta untuk memaksimalkan dukungan finansial mereka selama periode program enam bulan.
National Internship Program Launch
Attendance-Based Stipend Implementation