Key insights and market outlook
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa suntikan Rp200 triliun pemerintah ke bank BUMN diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit, meskipun dampaknya tidak akan langsung terasa. Menteri tersebut merujuk pada pertumbuhan kredit yang sukses selama 2020-2021 ketika suntikan serupa dilakukan, yang menghasilkan pertumbuhan kredit dua digit meskipun awalnya terdapat pinjaman yang belum dicairkan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membahas dampak dari keputusan pemerintah untuk menempatkan Rp200 triliun di bank BUMN untuk pembiayaan kredit. Menteri tersebut menekankan bahwa efek dari suntikan keuangan ini tidak akan langsung terasa. Purbaya menarik paralel dengan pengalaman sebelumnya pada tahun 2020 dan 2021 ketika suntikan keuangan serupa dilakukan, yang menghasilkan pertumbuhan kredit yang signifikan meskipun awalnya terdapat pinjaman yang belum dicairkan.
Selama periode 2020-2021, pemerintah menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem perbankan, yang kemudian menghasilkan pertumbuhan kredit dua digit. Purbaya menyoroti bahwa meskipun terdapat pinjaman yang belum dicairkan pada saat itu, pertumbuhan kredit tetap kuat. Pernyataan menteri tersebut menunjukkan bahwa hasil positif serupa diharapkan dari suntikan Rp200 triliun saat ini.
Purbaya menunjukkan bahwa selalu ada permintaan kredit dari dunia usaha. Namun, ia mencatat bahwa terkadang bank ragu-ragu untuk memberikan pinjaman karena mereka menemukan opsi investasi lain yang lebih menguntungkan. Pengamatan ini menggarisbawahi pentingnya intervensi pemerintah untuk memastikan bahwa kredit disalurkan ke sektor-sektor produktif perekonomian. Keyakinan menteri tersebut terhadap potensi suntikan saat ini untuk merangsang pertumbuhan kredit didasarkan pada pengalaman masa lalu dan permintaan kredit yang terus berlanjut.
Rp200 Trillion Government Injection
Credit Growth Stimulation Measure