Key insights and market outlook
Grab Indonesia, bekerjasama dengan Ovo dan Kementerian UMKM, telah berhasil mendigitalisasi lebih dari 200.000 UMKM di Kudus melalui program 'Kota Masa Depan'. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM di era digital dengan memberikan akses ke platform digital. Program ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung ekonomi digital Indonesia, yang saat ini 70% di antaranya digerakkan oleh e-commerce.
Grab Indonesia, bekerjasama dengan Ovo dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), telah meluncurkan program 'Kota Masa Depan' di Kudus, Jawa Tengah. Inisiatif ini menandai kota ke-16 yang menjadi sasaran program ini, dengan fokus pada peningkatan kemampuan digital UMKM lokal dan pelaku ekonomi kreatif.
Per tanggal 19 Desember 2025, program ini telah berhasil mendigitalisasi lebih dari 200.000 UMKM di berbagai kota kecil di Indonesia. Temmy Satya Permana, Deputi Bidang Usaha Kecil di Kementerian UMKM, menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendorong transformasi digital di kalangan UMKM dari hulu ke hilir. Saat ini, sekitar 25 juta UMKM di Indonesia telah beralih ke platform digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas akses pasar.
Digitalisasi UMKM sangat penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia, terutama karena 70% ekonomi digital negara ini ditopang oleh sektor e-commerce. Dengan menghubungkan UMKM ke platform digital, pemerintah dan sektor swasta bertujuan untuk membuka potensi pertumbuhan yang signifikan dan meningkatkan daya saing bisnis lokal dalam lanskap digital.
Program 'Kota Masa Depan' menunjukkan upaya kolaboratif antara pemerintah dan perusahaan swasta untuk mendorong adopsi digital di kalangan UMKM. Semakin banyak bisnis yang bertransisi ke platform digital, ekonomi digital Indonesia diharapkan terus tumbuh, memberikan peluang baru bagi pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
MSME Digitalization Program Expansion
Kota Masa Depan Initiative