Key insights and market outlook
Mayoritas pasar saham di kawasan Teluk mengalami penurunan pada hari Senin (5/1/2026) seiring harga minyak global yang berada di bawah tekanan. Harga minyak Brent turun 0,8% ke level US$60,23 per barel karena investor menimbang kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan global versus meningkatnya risiko geopolitik.
Mayoritas pasar saham di kawasan Teluk mengalami penurunan pada hari Senin, 5 Januari 2026, seiring harga minyak global yang berada di bawah tekanan. Benchmark minyak Brent turun 0,8% ke level US$60,23 per barel pada pukul 08:01 GMT, atau turun 52 sen dari level sebelumnya. Pergerakan harga ini mencerminkan kekhawatiran investor mengenai kelebihan pasokan minyak global di tengah meningkatnya tensi geopolitik.
Investor saat ini sedang menimbang dua faktor utama: potensi peningkatan pasokan minyak global dan meningkatnya risiko geopolitik. Tekanan penurunan pada harga minyak terutama disebabkan oleh kekhawatiran mengenai oversupply di pasar global. Namun, tensi geopolitik yang meningkat tetap memberikan dukungan pada harga minyak, sehingga membatasi penurunan lebih lanjut.
Penurunan harga minyak berdampak langsung pada pasar saham kawasan Teluk yang sangat terkait dengan pendapatan minyak. Sentimen pasar secara keseluruhan tetap谨慎 karena investor menunggu perkembangan lebih lanjut baik di pasar minyak global maupun situasi geopolitik.
Oil Price Decline
Gulf Stock Market Decline