Key insights and market outlook
Simpanan rumah tangga di bank-bank Indonesia masih berada di bawah tekanan, dengan rata-rata simpanan per rekening sebesar Rp 6,04 juta per Oktober 2024, turun dari Rp 6,47 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun ada sedikit pemulihan dari titik terendah pada September 2025 sebesar Rp 6 juta, rata-rata rekening tabungan rumah tangga masih menunjukkan pertumbuhan terbatas. Bank memprediksi pemulihan penuh baru akan terjadi pada tahun 2026 seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi.
Tekanan ekonomi pada rumah tangga berpendapatan menengah ke bawah di Indonesia masih terlihat jelas sebagaimana data Bank Indonesia menunjukkan tekanan terus berlanjut pada simpanan rumah tangga. Per Oktober 2024, rata-rata Dana Pihak Ketiga (DPK) per rekening rumah tangga tercatat sebesar Rp 6,04 juta, menunjukkan penurunan dari Rp 6,47 juta pada periode yang sama tahun lalu. Meskipun ada sedikit kenaikan dari tingkat terendah Rp 6 juta pada September 2025, tren keseluruhan menunjukkan pertumbuhan terbatas pada simpanan rumah tangga.
Rata-rata saldo rekening tabungan rumah tangga tercatat sebesar Rp 4,02 juta per Oktober 2024, menunjukkan penurunan dari Rp 4,19 juta pada Oktober 2023. Meskipun ada sedikit peningkatan dari angka Agustus dan September 2025, secara keseluruhan tren masih lesu. Tren ini menunjukkan bahwa rumah tangga masih menghadapi kendala keuangan yang memengaruhi kemampuan mereka untuk menabung.
Pakar industri perbankan memprediksi bahwa pemulihan penuh simpanan rumah tangga kemungkinan akan memakan waktu lebih lama, dengan proyeksi perbaikan baru akan terjadi pada tahun 2026. Kondisi ekonomi saat ini, termasuk tekanan inflasi dan ketidakpastian lapangan kerja, dipandang sebagai faktor utama yang berkontribusi pada pertumbuhan simpanan rumah tangga yang lamban. Seiring dengan stabilnya situasi ekonomi secara bertahap, bank mengantisipasi rebound yang lebih signifikan pada tingkat tabungan.
Household Savings Decline
Banking Recovery Projections