IASC Receives 411,055 Fraud Reports by December 2025
Back
Back
6
Impact
8
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 10
Sources1 verified

IASC Terima 411.055 Laporan Penipuan hingga Desember 2025

Tim Editorial AnalisaHub·10 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Indonesia Anti Scam Center (IASC) telah menerima 411.055 laporan penipuan dari masyarakat antara November 2024 hingga 23 Desember 2025. Dari jumlah tersebut, 218.665 laporan disampaikan melalui lembaga keuangan, sedangkan 192.390 laporan langsung dilaporkan oleh korban ke sistem IASC. Data ini menyoroti kebutuhan meningkatnya perlindungan konsumen di sektor keuangan Indonesia.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

IASC Laporkan Peningkatan Kasus Penipuan: 411.055 Pengaduan Diterima

Peningkatan Signifikan dalam Pelaporan Penipuan

Indonesia Anti Scam Center (IASC), berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), telah menerima total 411.055 laporan penipuan sejak diluncurkan pada November 2024 hingga 23 Desember 2025. Volume pengaduan yang signifikan ini menggarisbawahi meningkatnya aktivitas penipuan di lanskap keuangan Indonesia.

Saluran Pelaporan dan Statistik

Laporan diterima melalui dua saluran utama: 218.665 pengaduan disampaikan oleh korban melalui lembaga keuangan (termasuk bank dan penyedia sistem pembayaran) yang kemudian disalurkan ke sistem IASC, sementara 192.390 laporan langsung dilaporkan oleh korban melalui platform IASC. Mekanisme pelaporan ganda ini menunjukkan pentingnya kolaborasi institusional dan meningkatnya kesadaran konsumen tentang pelaporan penipuan.

Respons Regulasi dan Perlindungan Konsumen

Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perlindungan Konsumen OJK, menekankan bahwa sistem pelaporan komprehensif ini sangat penting untuk memahami lingkup aktivitas penipuan dan mengembangkan langkah-langkah penanggulangan yang efektif. OJK terus bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk meningkatkan pendidikan dan mekanisme perlindungan konsumen.

Implikasi bagi Sektor Keuangan

Jumlah besar laporan penipuan yang diterima IASC menyoroti kebutuhan akan kewaspadaan terus menerus dan peningkatan langkah-langkah pencegahan penipuan di seluruh sektor keuangan Indonesia. Lembaga keuangan diharapkan memperkuat kontrol internal mereka sementara badan pengawas seperti OJK bekerja pada kerangka perlindungan konsumen yang lebih kuat.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
6 days ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Financial FraudConsumer ProtectionFinancial Regulation

Key Events

1

IASC Fraud Report Statistics

2

Consumer Protection Measures

Timeline from 1 verified sources