Key insights and market outlook
US Immigration and Customs Enforcement (ICE) telah melakukan ribuan penangkapan sejak kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, memicu kontroversi dan protes. ICE dibentuk pada tahun 2002 setelah serangan 11 September sebagai bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri. Badan ini bertugas menegakkan hukum imigrasi, menyelidiki imigran tanpa dokumen, dan mendeportasi warga asing tanpa status hukum. Trump telah memperluas peran dan anggaran ICE secara signifikan, menjadikannya pemain kunci dalam agenda deportasi massal.
US Immigration and Customs Enforcement (ICE) telah menjadi titik fokus kontroversi dalam kebijakan imigrasi AS. Didirikan melalui Homeland Security Act tahun 2002 sebagai respons terhadap serangan teroris 11 September 2001, ICE beroperasi di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Tugas utama badan ini meliputi penegakan hukum imigrasi, investigasi imigran tanpa dokumen, dan deportasi warga asing tanpa status hukum di Amerika Serikat.
Sejak kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, ICE telah mengalami perluasan signifikan dalam peran, anggaran, dan kapasitas operasionalnya. Perluasan ini merupakan bagian dari agenda deportasi massal Trump, yang menjadi salah satu janji kampanye utamanya. Meningkatnya aktivitas ini telah menyebabkan ribuan penangkapan, sering dilakukan di ruang publik, yang mendapat dukungan dan kritik keras dari berbagai pihak.
Operasi ICE menjadi lebih terlihat di area perumahan di berbagai wilayah AS, menyebabkan meningkatnya oposisi dari komunitas yang menentang aktivitas mereka. Tindakan badan ini telah memicu protes dan mendapat sorotan tajam, terutama setelah insiden seperti penembakan fatal terhadap Renee Nicole Good di Minneapolis. Insiden ini menyoroti ketegangan seputar praktik penegakan ICE dan perdebatan yang lebih luas tentang kebijakan imigrasi di Amerika Serikat.
Peran ICE yang ditingkatkan di bawah pemerintahan Trump menandakan pendekatan yang lebih agresif terhadap penegakan imigrasi. Karena ICE terus berada di garis depan kebijakan imigrasi AS, aktivitasnya kemungkinan akan tetap menjadi isu kontroversial, yang mencerminkan perbedaan masyarakat yang lebih dalam tentang bagaimana menangani imigrasi ilegal dan menegakkan hukum imigrasi.