Key insights and market outlook
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah mengamankan komitmen investasi baru dari lima investor swasta, menambah total modal swasta di proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi Rp 66 triliun. Pengembangan ini dilihat sebagai tanda kepercayaan yang menguat dari komunitas bisnis terhadap keberlanjutan proyek IKN. Investor-investor tersebut, termasuk PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, dan lain-lain, akan mengembangkan berbagai sektor seperti kawasan kuliner, perniagaan, perkantoran swasta, hingga sarana dan prasarana olahraga, yang diharapkan dapat menjadi penggerak awal aktivitas ekonomi di Nusantara.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah mengumumkan penandatanganan tujuh perjanjian pemanfaatan tanah dan pengalokasian aset dalam penguasaannya dengan lima investor swasta baru. Langkah ini menandai capaian penting dalam pengembangan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), karena membawa total investasi modal swasta menjadi Rp 66 triliun. Investor-investor tersebut, yang merupakan bagian dari Asatu Corporation, termasuk PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, dan PT Haidir Griya Karya.
Menurut Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, investor-investor ini akan mengembangkan berbagai sektor di IKN, termasuk kawasan kuliner, perniagaan, perkantoran swasta, dan sarana serta prasarana olahraga. Pendekatan pengembangan yang beragam ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik estetika dan fungsional IKN tetapi juga bertindak sebagai katalis untuk aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Dengan menarik investasi swasta sebesar itu, IKN diposisikan untuk menjadi pusat pertumbuhan dan pengembangan ekonomi, sejalan dengan visi pemerintah untuk ibu kota baru.
Investasi Swasta IKN
Pengembangan IKN