Key insights and market outlook
PT Gadai ValueMax Indonesia memperingatkan bahwa aktivitas gadai ilegal menjadi tantangan besar bagi industri pergadaian di 2026. Perusahaan mendorong usaha gadai yang belum berizin untuk segera mengurus perizinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski ada tantangan, industri ini menunjukkan prospek pertumbuhan positif karena tingginya permintaan dari masyarakat yang belum bankable dan roadmap OJK untuk pengembangan industri.
PT Gadai ValueMax Indonesia menyoroti meningkatnya masalah aktivitas gadai ilegal sebagai tantangan besar bagi industri pergadaian di 2026. Ronny Reginaldo, Manajer Operasional Gadai ValueMax, menekankan pentingnya usaha gadai yang belum berizin untuk segera mengurus perizinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Meski ada tantangan dari operator ilegal, Ronny optimis terhadap prospek industri. Ia menyebut Roadmap Pengembangan dan Penguatan Pergadaian 2025-2030 oleh OJK sebagai faktor kunci yang akan mendorong pertumbuhan positif. Roadmap ini mencakup rencana untuk penyederhanaan perizinan usaha, pengawasan yang lebih ketat, dan peningkatan inklusi keuangan.
Gadai ValueMax melakukan langkah proaktif untuk meningkatkan layanannya. Perusahaan ini mengembangkan produk penitipan emas yang memungkinkan nasabah mengetahui nilai pinjaman secara instan dan dapat dicairkan kapan saja. Ronny menekankan bahwa perusahaan telah menggandeng beberapa bank untuk pendanaan, dengan banyak bank yang tertarik karena catatan layanan yang kuat dan tingkat gagal bayar yang rendah.
Hingga Desember 2025, Gadai ValueMax melaporkan pendapatan sebesar Rp500 miliar. Industri pergadaian secara keseluruhan juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp120,45 triliun pada Oktober 2025, atau meningkat 38,89% year-on-year. OJK mencatat bahwa risiko kredit di industri ini tetap terkendali.
Pawnbroking Industry Growth
OJK Regulatory Roadmap
Gadai ValueMax Product Innovation