Key insights and market outlook
Dana Moneter Internasional (IMF) memuji kinerja ekonomi yang kuat dan kebijakan makroekonomi Malaysia, yang memungkinkan negara tersebut menahan ketegangan perdagangan global dan ketidakpastian. Faktor kunci termasuk konsumsi domestik yang kuat, pertumbuhan lapangan kerja yang solid, dan perjanjian perdagangan Malaysia-AS yang ditandatangani pada Oktober 2025. Meskipun prospek jangka pendek tetap positif, risiko tetap ada, terutama dari melemahnya permintaan global dan gangguan perdagangan geopolitik.
Dana Moneter Internasional (IMF) telah merilis laporan yang memuji kebijakan makroekonomi dan keuangan Malaysia, yang telah berkontribusi pada ketahanan luar biasa negara tersebut terhadap ketidakpastian ekonomi global. IMF menyoroti bahwa konsumsi dan investasi domestik yang kuat, ditambah dengan pertumbuhan lapangan kerja yang solid dan siklus teknologi global yang menguntungkan, telah berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Malaysia.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa perjanjian perdagangan antara Malaysia dan Amerika Serikat yang ditandatangani pada Oktober 2025 telah membantu mengurangi ketidakpastian bagi bisnis dan konsumen. Perkembangan ini telah memberikan dukungan tambahan bagi stabilitas ekonomi Malaysia.
Ekonom Madya Ahmed Razman Abdul Latiff dari Putra Business School berkomentar bahwa penilaian IMF menggarisbawahi fundamental ekonomi Malaysia yang kuat, yang telah membantu menjaga stabilitas dan memberikan penyangga terhadap guncangan eksternal. Meskipun prospek jangka pendek tetap positif, Ahmed Razman mencatat bahwa risiko penurunan tetap ada, terutama dari melemahnya permintaan global, gangguan perdagangan akibat peristiwa geopolitik, dan volatilitas pasar keuangan.
Evaluasi positif IMF terhadap kinerja ekonomi Malaysia menyoroti efektivitas kebijakan makroekonomi negara tersebut dan kemampuannya menghadapi tantangan ekonomi global. Pemantauan lanjutan terhadap risiko eksternal akan sangat penting dalam menjaga stabilitas ini.
IMF Report on Malaysia's Economy
US-Malaysia Trade Agreement