Key insights and market outlook
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) berencana membentuk anak usaha baru untuk mengelola proyek smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, meskipun ada rencana untuk mengurangi jumlah anak usaha BUMN. Entitas baru ini akan membantu mengelola risiko investasi besar yang terkait dengan proyek tersebut. Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menyatakan bahwa langkah ini diperlukan untuk melindungi bisnis inti melalui refinansiasi dan pengendalian risiko.
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), sebuah BUMN, berencana membentuk anak usaha baru untuk mengelola proyek smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. Keputusan ini diambil meskipun BUMN sedang melakukan upaya mengurangi jumlah anak usaha karena banyak yang merugi. Manajemen Inalum percaya bahwa pembentukan entitas terpisah untuk proyek smelter ini sangat penting untuk manajemen risiko dan restrukturisasi keuangan.
Menurut Melati Sarnita, Direktur Utama Inalum, anak usaha baru ini diperlukan untuk melindungi bisnis inti perusahaan dari risiko keuangan besar yang terkait dengan proyek smelter. Proyek ini membutuhkan investasi besar, dan dengan membentuk entitas terpisah, Inalum berencana untuk refinancing aset yang ada dan lebih baik mengontrol risiko yang terkait dengan bisnis baru ini.
Langkah Inalum ini tampaknya bertentangan dengan strategi BUMN yang lebih luas untuk mengkonsolidasikan dan mengurangi jumlah anak usaha. Banyak anak usaha BUMN saat ini beroperasi dengan kerugian, mendorong upaya lebih besar untuk merampingkan operasi. Namun, manajemen Inalum membenarkan pembentukan anak usaha baru ini sebagai pengecualian karena skala dan pentingnya proyek ini.
Proyek smelter aluminium di Mempawah mewakili investasi besar bagi Inalum, dengan implikasi luas bagi struktur keuangan dan operasional perusahaan. Dengan memisahkan proyek ini dalam anak usaha baru, Inalum dapat lebih baik mengelola risiko keuangan sambil fokus pada bisnis inti aluminium. Keputusan strategis ini menyoroti kompleksitas dalam mengelola proyek industri skala besar di dalam sektor BUMN Indonesia.
New Subsidiary Formation
Large-Scale Industrial Investment
BUMN Consolidation Plans