Key insights and market outlook
India telah meminta kilang minyaknya untuk memberikan data mingguan tentang impor minyak dari Rusia dan AS, di tengah perundingan dagang yang sedang berlangsung dengan Washington. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mengatasi kekhawatiran AS atas meningkatnya pembelian minyak India dari Rusia, yang telah melebihi 1 juta barel per hari sejak konflik Ukraina dimulai. Pengumpulan data, yang dipimpin oleh Unit Perencanaan dan Analisis Minyak Bumi (PPAC) India, bertujuan untuk memberikan informasi yang tepat waktu dan akurat untuk mendukung perundingan dagang.
India telah meminta kilang minyaknya untuk menyerahkan data mingguan tentang impor minyak mentah dari Rusia dan Amerika Serikat. Langkah ini diambil saat New Delhi terlibat dalam perundingan dagang sensitif dengan Washington. Pengumpulan data ini dipimpin oleh Unit Perencanaan dan Analisis Minyak Bumi (PPAC) di bawah Kementerian Perminyakan. Informasi ini dilaporkan diperlukan oleh kantor Perdana Menteri Narendra Modi untuk memfasilitasi diskusi perdagangan yang sedang berlangsung.
Permintaan data impor mingguan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengatasi kekhawatiran yang diajukan oleh Amerika Serikat terkait meningkatnya pembelian minyak India dari Rusia. Sejak dimulainya konflik Ukraina pada tahun 2022, India telah muncul sebagai pembeli terbesar minyak mentah Rusia, dengan impor melebihi 1 juta barel per hari. Lonjakan ini telah memicu reaksi keras dari negara-negara Barat, yang telah menjatuhkan sanksi pada sektor energi Rusia, dengan alasan bahwa pendapatan minyak tersebut digunakan untuk mendanai upaya perang Moskow.
Amerika Serikat telah berupaya mengurangi defisit perdagangannya dengan India dan telah menggandakan tarif impor barang-barang India menjadi 50% tahun lalu, sebagian sebagai respons atas pembelian minyak Rusia yang signifikan oleh India. Perundingan dagang saat ini antara kedua negara ini kompleks dan menghadapi tantangan. Dengan mengumpulkan data impor mingguan yang rinci, India bertujuan untuk memberikan informasi yang tepat waktu dan akurat untuk mendukung posisinya dalam perundingan ini.
Persyaratan pengumpulan data baru ini diharapkan dapat memberikan transparansi yang lebih besar dalam lanskap impor minyak India. Hal ini juga dapat mempengaruhi pola impor India, yang berpotensi menyebabkan penurunan impor minyak Rusia ke bawah 1 juta barel per hari karena India berusaha menyeimbangkan hubungan dagangnya dengan Rusia dan AS. Perkembangan ini menyoroti dinamika rumit perdagangan energi global dan hubungan geopolitik.
India Requests Weekly Oil Import Data
Trade Negotiations with US