Key insights and market outlook
Harga ekspor beras India melonjak ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, mencapai US$355-US$360 per ton untuk beras parboiled dengan kadar pecah 5%. Kenaikan ini didorong oleh harga gabah domestik yang meningkat. Namun, kekhawatiran tentang permintaan global yang lemah masih membayangi pasar beras di Thailand dan Vietnam.
Harga ekspor beras India telah naik ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, dengan harga beras parboiled (kadar pecah 5%) kini berada di kisaran US$355-US$360 per ton. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh biaya gabah domestik yang meningkat, yang memberikan tekanan kenaikan pada harga ekspor. Harga saat ini adalah yang tertinggi sejak 2 Oktober 2025, mencerminkan penguatan harga gabah domestik.
Meski harga naik, pasar beras global tetap waspada karena permintaan internasional yang lemah. Pasar beras di Thailand dan Vietnam khususnya terpengaruh oleh kekhawatiran ini karena mereka bersaing dengan beras India di pasar global. Situasi saat ini menyoroti keseimbangan antara kenaikan biaya produksi dan permintaan global yang lesu dalam perdagangan beras.
Pergerakan harga ekspor beras India di masa depan akan tergantung pada bagaimana harga gabah domestik berkembang dan bagaimana respons permintaan global terhadap level harga saat ini. Kenaikan lebih lanjut pada harga domestik dapat menyebabkan harga ekspor yang lebih tinggi, berpotensi memengaruhi daya saing India di pasar global.
India Rice Price Increase
Global Demand Concerns in Rice Market