Key insights and market outlook
Rupiah India menjadi mata uang terburuk di Asia pada 2025, terutama karena ketidakpastian dagang antara India dan Amerika Serikat yang terus berlanjut. Kurangnya kemajuan dalam negosiasi dagang dan arus keluar dana asing yang terus berlanjut telah menekan nilai tukar rupee. Analis dari Nomura dan S&P Global Market Intelligence memperkirakan pelemahan rupee mungkin berlanjut kecuali ada terobosan signifikan dalam kesepakatan dagang.
Rupiah India muncul sebagai mata uang terburuk di Asia selama 2025, terutama karena ketidakpastian dagang antara India dan Amerika Serikat yang terus berlanjut. Stagnasi dalam negosiasi dagang yang dipadukan dengan arus keluar investor asing yang signifikan telah menekan rupee secara signifikan.
Analis dari Nomura dan S&P Global Market Intelligence mengungkapkan keprihatinan tentang kinerja rupee di masa depan. Mereka percaya bahwa kelemahan mata uang ini mungkin berlanjut kecuali ada terobosan signifikan dalam negosiasi dagang antara India dan AS.
Hanna Luchnikava-Schorsch, Kepala Ekonomi Asia-Pasifik di S&P Global Market Intelligence, mencatat bahwa rupee saat ini undervalued dan mengharapkan koreksi setelah ada kejelasan lebih lanjut tentang kesepakatan dagang. S&P Global memproyeksikan potensi resolusi dalam enam bulan ke depan.
Sonal Varma, Kepala Ekonom India dan Asia (non-Jepang) di Nomura, menyoroti bahwa ketidakpastian dagang yang berkepanjangan dapat menyebabkan hilangnya momentum dalam pergeseran rantai pasokan global. Perusahaan yang berorientasi pada pasar AS mungkin akan mengalihkan investasi ke negara lain karena tingginya tarif yang berkelanjutan.
Tekanan inflasi: Pelemahan rupee dapat menyebabkan biaya impor yang lebih tinggi dan inflasi.
Pengalihan investasi: Ketegangan dagang yang terus berlanjut mungkin menyebabkan perusahaan mempertimbangkan kembali rencana investasi mereka di India.
Stabilitas ekonomi: Arus keluar dana asing yang terus berlanjut dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi secara keseluruhan.
Indian Rupee Depreciation
India-US Trade Tensions
Foreign Fund Outflows