Key insights and market outlook
Keputusan India untuk mengizinkan ekspor batubara dari pembangkit listrik dengan surplus pasokan tidak diperkirakan berdampak signifikan terhadap ekspor batubara Indonesia dalam jangka pendek, menurut Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI). Kebijakan baru ini memungkinkan pembangkit listrik dengan akses batubara domestik untuk mengekspor hingga 50% alokasi mereka. Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani menyatakan bahwa dampak langsung terhadap ekspor batubara Indonesia akan terbatas.
India telah mengumumkan perubahan signifikan dalam kebijakan ekspor batubara mereka, memungkinkan pembangkit listrik dengan akses batubara domestik untuk mengekspor hingga 50% alokasi mereka. Keputusan ini diambil setelah pembangkit listrik India mencatat surplus pasokan batubara. Perubahan kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Informasi India, Ashwini Vaishnaw, pada 12 Desember 2025.
Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menilai bahwa perubahan kebijakan ini tidak akan memiliki dampak signifikan langsung terhadap ekspor batubara Indonesia. Menurut Gita Mahyarani, Direktur Eksekutif APBI, efek jangka pendek terhadap ekspor batubara Indonesia diperkirakan terbatas. Fleksibilitas yang diberikan kepada pembangkit listrik India untuk mengekspor batubara dipandang sebagai langkah untuk mengelola stok surplus mereka daripada perubahan strategi impor batubara jangka panjang.
Meskipun dampak langsung terhadap ekspor batubara Indonesia dianggap terbatas, dinamika pasar batubara global tetap menjadi faktor yang perlu diawasi. Indonesia tetap menjadi salah satu eksportir batubara terbesar dunia, dan perubahan signifikan di pasar besar seperti India dapat memiliki implikasi jangka panjang bagi industri. APBI terus memantau situasi ini untuk menilai potensi efek jangka panjang terhadap pasar ekspor batubara Indonesia.
India Coal Export Policy Change
Indonesian Coal Export Impact Assessment