Key insights and market outlook
PT Indika Energy Tbk (INDY) secara agresif memperluas bisnis non-batubara, menargetkan kontribusi pendapatan 50% pada 2028. Meskipun terjadi penurunan pendapatan 19,1% YoY menjadi $1,44 miliar pada Q3 2025, perusahaan tetap berkomitmen untuk diversifikasi portofolio melalui proyek seperti Tambang Emas Awak Mas yang akan menjadi penggerak utama di segmen non-batubara.
PT Indika Energy Tbk (INDY) membuat langkah signifikan dalam diversifikasi bisnisnya dari batubara dengan fokus pada segmen non-batubara. Perusahaan telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis non-batubara menjadi 50% pada 2028, naik dari level saat ini yang hanya 19%. Pergeseran strategis ini didorong oleh kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan batubara yang saat ini menyumbang 81% dari total pendapatan, terutama dihasilkan melalui anak usahanya Kideco.
Pada kuartal ketiga 2025, INDY melaporkan penurunan pendapatan 19,1% year-on-year menjadi $1,44 miliar. Laba bersih perusahaan juga terkena dampak signifikan, turun 98,6% YoY menjadi $0,5 juta. Penurunan drastis dalam profitabilitas ini menyoroti tantangan yang dihadapi INDY dalam lanskap bisnis saat ini. Meskipun menghadapi tantangan ini, perusahaan tetap berkomitmen pada strategi diversifikasinya.
Pergeseran menuju bisnis non-batubara merupakan respons strategis terhadap dinamika pasar dan pertimbangan lingkungan. Seiring tren energi global yang terus berkembang, pendekatan proaktif INDY memposisikan perusahaan untuk potensi pertumbuhan jangka panjang dan mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi pasar batubara.
Meskipun strategi diversifikasi menghadirkan peluang, strategi ini juga membawa risiko pelaksanaan. Penurunan signifikan dalam kinerja keuangan saat ini menggarisbawahi tantangan yang harus dihadapi INDY saat melakukan transisi model bisnis. Implementasi yang berhasil dari proyek-proyek non-batubara akan sangat krusial untuk mencapai target komposisi pendapatan pada 2028.
Revenue Decline Q3 2025
Non-Coal Business Expansion
Gold Mining Project Acceleration