Back
1
Impact
2
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 6
Sources1 verified

Indofarma Klarifikasi PHK Massal sebagai Restrukturisasi Bisnis, Bukan Pemutusan Kerja

Tim Editorial AnalisaHub·6 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

PT Indofarma Tbk (INAF) menghadapi kritik atas PHK massal terhadap 413 karyawan pada 15 September 2025, namun COO BPI Danantara, Dony Oskaria, mengklarifikasi bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis bukan sekadar pemutusan kerja. Perusahaan kemudian merekrut kembali 18 karyawan baru pada akhir September 2025. Restrukturisasi ini merupakan bagian dari rencana konsolidasi di bawah Kimia Farma untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indofarma Klarifikasi PHK Massal sebagai Restrukturisasi Bisnis Strategis

Latar Belakang PHK Terbaru

PT Indofarma Tbk (INAF), perusahaan farmasi milik negara, menghadapi sorotan publik setelah laporan PHK massal terhadap 413 karyawan pada 15 September 2025. Berita ini memicu kekhawatiran tentang stabilitas operasional dan prospek masa depan perusahaan. Namun, Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, memberikan konteks penting mengenai sifat PHK ini dalam pernyataan terbaru.

Respons Resmi Danantara

Dony Oskaria menjelaskan bahwa proses tersebut bukan pemutusan hubungan kerja biasa, melainkan inisiatif restrukturisasi strategis. Menurut Oskaria, perusahaan menawarkan kesempatan kepada beberapa karyawan untuk keluar sebagai bagian dari rencana reorganisasi bisnis yang lebih luas. Ia menekankan bahwa sementara beberapa karyawan memilih untuk keluar, perusahaan kemudian merekrut 18 staf baru pada akhir September 2025, menunjukkan proses rekrutmen selektif setelah restrukturisasi.

Rencana Konsolidasi ke Depan

Restrukturisasi ini merupakan bagian dari rencana strategis yang lebih besar untuk mengonsolidasikan Indofarma di bawah Kimia Farma, perusahaan farmasi milik negara lainnya. Konsolidasi ini bertujuan menciptakan struktur operasional dan keuangan yang lebih efisien dalam sektor farmasi BUMN. Dengan mengintegrasikan Indofarma di bawah Kimia Farma, pemerintah berharap mencapai alokasi sumber daya yang lebih baik dan meningkatkan daya saing di industri farmasi.

Implikasi bagi Sektor Farmasi BUMN

Langkah ini mencerminkan tren konsolidasi yang lebih luas dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya di sektor farmasi. Restrukturisasi ini diharapkan memiliki implikasi signifikan bagi karyawan dan posisi pasar perusahaan di masa depan. Sementara dampak jangka pendek mencakup penyesuaian tenaga kerja, tujuan jangka panjang adalah menciptakan entitas yang lebih kuat dan kompetitif di pasar farmasi.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified
Related Stocks
INAF

Topics Covered

Corporate RestructuringPharmaceutical Industry ConsolidationState-Owned Enterprises

Key Events

1

Mass Layoffs

2

Business Restructuring

3

Consolidation Under Kimia Farma

Timeline from 1 verified sources