Indonesia Accelerates 18 Priority Downstream Projects Worth Rp 600 Trillion
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 5
Sources5 verified

Indonesia Percepat 18 Proyek Hilirisasi Prioritas Senilai Rp 600 Triliun

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia mempercepat 18 proyek hilirisasi prioritas senilai sekitar Rp 600 triliun, dengan pekerjaan lapangan diharapkan dimulai pada 2026 4

. Proyek-proyek ini, yang dipimpin oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, berfokus pada ketahanan energi dan substitusi impor melalui inisiatif seperti produksi Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti LPG 1. Proyek-proyek ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Rencana Hilirisasi Ambisius Indonesia: 18 Proyek Prioritas

Mempercepat Inisiatif Ketahanan Energi

Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sedang mempercepat 18 proyek hilirisasi prioritas dengan investasi sekitar Rp 600 triliun (sekitar USD 40 miliar) 4

. Inisiatif strategis ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan energi, mendorong substitusi impor, dan merangsang pertumbuhan ekonomi melalui berbagai aktivitas hilirisasi industri.

Area Fokus Proyek Utama

  1. Produksi Dimethyl Ether (DME): Salah satu proyek unggulan melibatkan pengembangan DME sebagai alternatif LPG yang lebih bersih untuk kebutuhan energi rumah tangga 1
  2. Hilirisasi Sektor Energi: Beberapa proyek fokus pada pengolahan sumber daya alam Indonesia menjadi produk bernilai lebih tinggi
  3. Strategi Substitusi Impor: Mengurangi ketergantungan pada produk energi impor melalui produksi domestik
  4. Penciptaan Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi: Diharapkan dapat menghasilkan kesempatan kerja signifikan dan merangsang aktivitas ekonomi

Timeline dan Progres Implementasi

Rencana implementasi proyek-proyek ini adalah sebagai berikut:

  • 2025: Penyelesaian studi kelayakan oleh Danantara, dipimpin oleh CEO Rosan Roeslani 25
  • 2026: Dimulainya pekerjaan lapangan dan pelaksanaan proyek 14
  • Dampak Jangka Pendek: Penciptaan lapangan kerja konstruksi dan stimulasi industri terkait
  • Dampak Jangka Panjang: Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui proyek operasional dan pengurangan ketergantungan impor

Koordinasi dan Dukungan Pemerintah

Satgas hilirisasi, yang dipimpin oleh Menteri Bahlil Lahadalia, bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah dan BUMN untuk memastikan implementasi proyek-proyek ini berhasil. Koordinasi meliputi 2

5:

  • Studi kelayakan teknis yang dilakukan oleh Danantara
  • Dukungan finansial melalui alokasi pemerintah dan potensi kemitraan swasta
  • Penyesuaian kerangka regulasi untuk memfasilitasi pelaksanaan proyek

Signifikansi Ekonomi dan Strategis

Proyek-proyek hilirisasi ini merupakan langkah penting dalam strategi pembangunan ekonomi Indonesia, membangun inisiatif sebelumnya. Proyek-proyek ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional melalui:

  • Pertumbuhan PDB dari aktivitas industri baru
  • Penciptaan lapangan kerja baik pada fase konstruksi maupun operasional
  • Peningkatan neraca perdagangan melalui pengurangan impor produk energi

Sumber

  1. [Detik Finance - Proyek Hilirisasi Prioritas](
  2. [Detik Finance - Bahlil Ungkap 18 Proyek Hilirisasi](
  3. [Kontan - Prabowo Minta 18 Proyek Hilirisasi Rampung](
  4. [Kontan - 18 Proyek Hilirisasi Ditargetkan Mulai Berjalan](
  5. [Detik Finance - Purbaya Bakal Kucurkan Rp 3,6 T](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
18 min
Sources
5 verified

Topics Covered

Downstreaming ProjectsEnergy SecurityEconomic DevelopmentImport Substitution

Key Events

1

18 Priority Downstreaming Projects Announced

2

Feasibility Studies Completion by 2025

3

Project Implementation Starting 2026

Timeline from 5 verified sources