Indonesia Accelerates Aluminium Downstreaming to Meet Surging Demand
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 5
Sources2 verified

Indonesia Percepat Hilirisasi Aluminium untuk Memenuhi Permintaan yang Meningkat

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Perusahaan pelat merah Indonesia, Inalum, mempercepat hilirisasi aluminium untuk memenuhi proyeksi lonjakan permintaan nasional sebesar 600% dalam tiga dekade mendatang, yang didorong oleh sektor kendaraan listrik (EV) dan ekspansi energi terbarukan. Pemerintah juga mempertimbangkan perluasan pasokan gas subsidi (HGBT) ke industri aluminium untuk menekan biaya produksi, yang saat ini hanya diberikan kepada tujuh industri.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Percepat Hilirisasi Aluminium Menghadapi Permintaan Meningkat

Langkah Strategis untuk Memenuhi Kebutuhan Masa Depan

Indonesia mengambil langkah signifikan untuk mempercepat hilirisasi aluminium karena negara menghadapi proyeksi peningkatan permintaan aluminium nasional sebesar 600% dalam tiga dekade mendatang 1

. Lonjakan ini terutama didorong oleh sektor kendaraan listrik (EV) yang berkembang pesat dan ekspansi infrastruktur energi terbarukan, yang keduanya sangat bergantung pada aluminium. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), entitas BUMN yang bertanggung jawab atas produksi aluminium, berada di garis depan inisiatif ini.

Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan Industri

Untuk lebih mendukung industri aluminium, Kementerian Perindustrian mempertimbangkan perluasan skema pasokan gas subsidi (HGBT) yang saat ini tersedia bagi tujuh industri - termasuk pupuk, petrokimia, dan baja - kepada produsen aluminium 2

. Langkah ini bertujuan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing produsen aluminium domestik di pasar global. Yosef Danianta Kurniawan dari Kementerian Perindustrian menekankan bahwa pasokan gas sangat penting untuk produksi aluminium, baik sebagai sumber energi maupun bahan baku.

Penggerak Utama Permintaan Aluminium

Peningkatan permintaan aluminium sebagian besar disebabkan oleh peran pentingnya dalam teknologi baru. Baterai kendaraan listrik membutuhkan kandungan aluminium yang signifikan, dengan satu pack baterai menggunakan sekitar 18% aluminium. Selain itu, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya membutuhkan sekitar 21 ton aluminium per megawatt kapasitas. Arif Haendra, Direktur Pengembangan Usaha Inalum, menyoroti bahwa Indonesia berada pada titik krusial untuk mengembangkan ekosistem industri aluminium yang komprehensif, dari operasi hulu hingga hilir.

Tantangan Saat Ini dan Prospek Masa Depan

Meski prospeknya menjanjikan, Indonesia saat ini sangat bergantung pada impor aluminium, dengan 54% konsumsi nasional diimpor antara 2018 dan 2024, sementara kontribusi Inalum hanya 46%. Ketergantungan ini menggarisbawahi urgensi percepatan pengembangan hilir untuk mencapai swasembada dan memanfaatkan permintaan global yang meningkat. Inisiatif pemerintah, bersama dengan rencana strategis Inalum, diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar aluminium global.

Sumber

  1. [Kontan - Inalum Percepat Hilirisasi Aluminium](
  2. [Kontan - Kemenperin Pertimbangkan HGBT untuk Industri Aluminium](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
14 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Aluminium DownstreamingIndustrial PolicyRenewable Energy Impact

Key Events

1

Aluminium Downstreaming Acceleration

2

HGBT Expansion Consideration

Timeline from 2 verified sources