Key insights and market outlook
Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam adopsi energi bersih dengan 47 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara yang kini menggunakan teknologi co-firing biomassa 1
Indonesia telah membuat langkah signifikan dalam transisi energi bersih dengan mengimplementasikan teknologi co-firing biomassa di 47 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara hingga Oktober 2025 1
Meski ada kemajuan dalam inisiatif energi bersih, batubara tetap menjadi sumber utama pembangkit listrik di Indonesia. Pada akhir 2025, batubara diproyeksikan menyumbang 66,54% dari total produksi listrik, menghasilkan 235 TWh dari 354 TWh 3
Implementasi teknologi co-firing biomassa merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi karbon. ESDM telah aktif mempromosikan teknologi ini sebagai langkah transisi menuju sumber energi yang lebih bersih. Menurut Tri Winarno, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM, pengembangan co-firing biomassa mencerminkan kemajuan signifikan dalam upaya dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan 1
Meski adopsi teknologi co-firing biomassa di 47 PLTU merupakan langkah positif, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam transisi total dari batubara. Dominasi batubara yang terus berlanjut dalam campuran energi menyoroti perlunya dukungan kebijakan yang berkelanjutan dan investasi dalam teknologi energi yang lebih bersih. Pemerintah perlu menyeimbangkan keamanan energi dengan tujuan lingkungan seiring dengan rencana transisi energinya.
Penerapan Co-firing Biomassa di 47 PLTU
Proyeksi Produksi Listrik 2025