Indonesia Accelerates Clean Energy Adoption with Biomass Co-firing in 47 Coal Plants
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 6
Sources3 verified

Indonesia Percepat Adopsi Energi Bersih dengan Co-firing Biomassa di 47 PLTU

Tim Editorial AnalisaHub·6 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam adopsi energi bersih dengan 47 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara yang kini menggunakan teknologi co-firing biomassa 1

2. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan hal ini mewakili peningkatan besar dari hanya 6 pembangkit pada 2020. Meski demikian, batubara tetap menjadi sumber energi dominan, diproyeksikan menyumbang 66,54% dari total produksi listrik (235 TWh dari 354 TWh) pada akhir 2025 3.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Maju dengan Inisiatif Energi Bersih Melalui Co-firing Biomassa

Kemajuan Signifikan dalam Adopsi Energi Bersih

Indonesia telah membuat langkah signifikan dalam transisi energi bersih dengan mengimplementasikan teknologi co-firing biomassa di 47 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara hingga Oktober 2025 1

2. Ini merupakan peningkatan besar dari hanya 6 pembangkit pada 2020, menunjukkan komitmen negara dalam mengurangi emisi karbon di sektor energi 1. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berperan penting dalam mempromosikan teknologi ini sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi yang lebih luas.

Dominasi Batubara yang Terus Berlanjut dalam Campuran Energi

Meski ada kemajuan dalam inisiatif energi bersih, batubara tetap menjadi sumber utama pembangkit listrik di Indonesia. Pada akhir 2025, batubara diproyeksikan menyumbang 66,54% dari total produksi listrik, menghasilkan 235 TWh dari 354 TWh 3

. Total produksi listrik diperkirakan mencapai 354 TWh pada akhir tahun, dengan produksi saat ini sebesar 290 TWh 3.

Kebijakan dan Implementasi

Implementasi teknologi co-firing biomassa merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi karbon. ESDM telah aktif mempromosikan teknologi ini sebagai langkah transisi menuju sumber energi yang lebih bersih. Menurut Tri Winarno, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM, pengembangan co-firing biomassa mencerminkan kemajuan signifikan dalam upaya dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan 1

.

Tantangan dan Arah Masa Depan

Meski adopsi teknologi co-firing biomassa di 47 PLTU merupakan langkah positif, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam transisi total dari batubara. Dominasi batubara yang terus berlanjut dalam campuran energi menyoroti perlunya dukungan kebijakan yang berkelanjutan dan investasi dalam teknologi energi yang lebih bersih. Pemerintah perlu menyeimbangkan keamanan energi dengan tujuan lingkungan seiring dengan rencana transisi energinya.

Sumber

  1. [Detik Finance](
  2. [Kontan](
  3. [Detik Finance](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
3 verified

Topics Covered

Energi BersihCo-firing BiomassaTransisi Energi

Key Events

1

Penerapan Co-firing Biomassa di 47 PLTU

2

Proyeksi Produksi Listrik 2025

Timeline from 3 verified sources