Key insights and market outlook
Indonesia memajukan transisi energinya dengan memanfaatkan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid dan Battery Energy Storage System (BESS). Kombinasi ini memberikan pasokan listrik 24/7 yang andal tanpa ketergantungan pada bahan bakar fosil, sangat penting bagi wilayah terpencil dan sektor industri. Pemerintah mengoordinasikan investasi senilai US$1 miliar untuk proyek off-grid solar plus storage, mendukung kemandirian energi nasional dan target rendah karbon.
Indonesia membuat kemajuan signifikan dalam transisi energinya dengan mengadopsi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid yang dikombinasikan dengan Battery Energy Storage Systems (BESS). Integrasi teknologi ini memberikan pasokan listrik 24 jam yang stabil tanpa ketergantungan pada bahan bakar fosil, menjawab kebutuhan energi kritis di wilayah terpencil dan sektor industri.
Pemerintah Indonesia mengoordinasikan investasi sekitar US$1 miliar untuk proyek off-grid solar plus storage. Inisiatif ini bertujuan memperluas akses listrik berkelanjutan di luar jaringan nasional, khususnya di pulau-pulau terpencil. Program ini menegaskan pentingnya PLTS off-grid dengan BESS dalam agenda transisi energi nasional.
Adopsi PLTS off-grid dengan BESS menawarkan dua manfaat utama bagi pengguna industri: pengurangan biaya operasional dan penurunan emisi karbon. Model pembiayaan inovatif seperti Performance-Based Rental (PBR) memungkinkan perusahaan beralih ke energi surya tanpa investasi awal besar. Di bawah model ini, pelanggan hanya membayar energi yang dikonsumsi sementara penyedia layanan mengelola seluruh sistem.
Potensi teknis tenaga surya Indonesia diperkirakan antara 3,3 hingga 20 Terawatt-peak (TWp), menurut Institute for Essential Services Reform (IESR). Namun, hingga Agustus 2024, kapasitas terpasang baru sekitar 718 Megawatt-peak (MWp), menunjukkan potensi pertumbuhan besar. Biaya pembangkitan listrik tenaga surya (LCOE) stabil di sekitar US$0,043 per kWh pada 2024, membuatnya 41% lebih murah dibandingkan pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil paling efisien.
Perusahaan seperti SUN Energy berada di garis depan dalam menyediakan solusi energi surya yang disesuaikan, termasuk BESS dalam kontainer - pertama di Indonesia. Inovasi ini mendukung penciptaan sistem energi yang tangguh, efisien, dan rendah karbon yang tetap optimal meskipun di luar jam produksi matahari.
Integrasi PLTS off-grid dan BESS merupakan langkah penting menuju kemandirian energi dan target transisi rendah karbon Indonesia. Dengan dukungan pemerintah dan inovasi sektor swasta, teknologi ini siap memainkan peran kunci dalam membentuk masa depan energi berkelanjutan negara.
US$1 Billion Investment in Off-Grid Solar Projects
Adoption of BESS Technology