Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia mempercepat adopsi Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF) untuk mengurangi emisi karbon dari sektor penerbangan. Inisiatif utama termasuk pengembangan peta jalan SAF, implementasi mekanisme MRV (Monitoring, Reporting, and Verification), dan adopsi standar CORSIA (Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation) 1
Pemerintah Indonesia mengambil langkah signifikan untuk mengurangi emisi karbon dari sektor penerbangan melalui adopsi Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF). Inisiatif utama termasuk:
Langkah-langkah ini dirancang tidak hanya untuk mengurangi emisi tetapi juga memposisikan Indonesia sebagai pemasok SAF utama di Asia Tenggara 1
Pemain industri utama secara aktif berkolaborasi dalam pengembangan SAF:
Pemerintah telah membentuk tim percepatan pengembangan industri SAF, fokus pada implementasi domestik dan kolaborasi internasional. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission 2060 2
Meskipun Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen SAF menggunakan bahan baku domestik seperti minyak jelantah dan limbah pertanian, tantangan tetap ada dalam hal biaya produksi dan pengembangan rantai pasok. Pemimpin industri menekankan bahwa kolaborasi dan inovasi akan menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini dan mencapai sektor penerbangan yang berkelanjutan.
SAF Roadmap Development
CORSIA Implementation
Industry Collaboration for SAF Production