Key insights and market outlook
Indonesia mempercepat Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) dengan Turki sebagai langkah strategis menuju Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Langkah ini, yang diumumkan oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, bertujuan untuk memperluas cakupan perdagangan dan memberikan manfaat ekonomi bersama. Perjanjian ini diharapkan dapat menguntungkan sektor-sektor kunci seperti tekstil, alas kaki, dan baja 1
Indonesia mengambil langkah signifikan untuk mempercepat dan memperluas Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) dengan Turki sebagai langkah awal menuju Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Perkembangan ini diumumkan oleh Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Dyah Roro Esti, selama pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perdagangan Turki, Mustafa Tuzcu, di sela-sela Pertemuan Dewan Menteri Perdagangan D-8 ke-4 di Kairo, Mesir, pada 2 Desember 2025.
Pemerintah Indonesia sangat berfokus untuk memastikan bahwa sektor-sektor kunci seperti tekstil, alas kaki, dan baja dimasukkan dalam perjanjian yang diperluas. Fokus ini didorong oleh keinginan untuk mendistribusikan manfaat perjanjian perdagangan secara lebih merata di berbagai industri. Wakil Menteri Esti menekankan perlunya fleksibilitas yang cukup dalam negosiasi untuk mencegah cakupan produk menjadi terlalu sempit.
Percepatan PTA ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Turki. Dengan memperluas cakupan perjanjian perdagangan, kedua negara bertujuan untuk meningkatkan perdagangan bilateral dan menciptakan peluang baru bagi bisnis di kedua negara. CEPA yang akan datang diharapkan dapat lebih memperdalam kerja sama ekonomi, yang berpotensi mencakup bidang-bidang di luar perdagangan, seperti investasi dan kerja sama regulasi.
Trade Agreement Acceleration
Comprehensive Economic Partnership