Key insights and market outlook
Indonesia telah mencapai swasembada beras dengan surplus 4,7 juta ton pada 2025, naik dari impor 4,5 juta ton pada 2024 1
Indonesia telah berhasil bertransformasi dari importir beras terbesar dunia menjadi negara swasembada beras dengan surplus 4,7 juta ton pada 2025, dibandingkan dengan impor 4,5 juta ton pada 2024 1
Pemerintah telah menguraikan rencana ambisius untuk mempertahankan dan meningkatkan pencapaian ini. Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan inisiatif untuk memperbaiki 70.000 hektar sawah yang rusak akibat banjir di Sumatra dan Aceh, serta mengembangkan 225.000 hektar sawah baru 2
Pergeseran produksi beras Indonesia telah menunjukkan dampak signifikan pada pasar global. Pengurangan impor Indonesia telah berkontribusi pada penurunan harga beras global yang substansial, dari $650 per ton menjadi di bawah $400 per ton 1
Pencapaian swasembada beras oleh pemerintah telah menyebabkan pergeseran kebijakan terkait impor. Permintaan Kementerian Perindustrian untuk mengimpor 380.952 ton beras industri untuk tahun depan ditolak, karena produksi dalam negeri dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan industri 3
Presiden Prabowo menekankan pentingnya ketahanan pangan regional, dengan menyarankan agar setiap kabupaten berjuang untuk mencapai swasembada pangan. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan lokal terhadap bencana alam dan mengurangi tantangan logistik yang terkait dengan distribusi pangan di seluruh wilayah Indonesia yang luas 4
Rice Self-Sufficiency Achievement
Global Rice Price Impact
Agricultural Development Plans