Key insights and market outlook
Produksi bawang putih Indonesia menurun sejak 2020 setelah mencapai swasembada pada 1995. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menekankan perlunya varietas unggul dan riset berbasis sains untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Untuk mencapai hal ini, Luhut menyarankan integrasi upaya riset di berbagai lembaga termasuk BRIN, perguruan tinggi, dan lembaga riset lainnya.
Indonesia sebelumnya mencapai swasembada bawang putih pada tahun 1995, namun produksi telah menurun sejak tahun 2020. Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), penurunan ini memerlukan pendekatan komprehensif untuk menghidupkan kembali produksi bawang putih dalam negeri. Faktor-faktor kunci yang diidentifikasi meliputi perlunya varietas bawang putih unggul dan riset pertanian berbasis sains.
Luhut menekankan bahwa pendekatan sektoral tidak lagi cukup dan menyerukan integrasi upaya riset di berbagai lembaga. Ia mengadakan pertemuan dengan pemangku kepentingan utama termasuk Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar. Kolaborasi ini bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan riset kolektif untuk mengembangkan solusi efektif dalam meningkatkan produksi bawang putih.
Meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri melalui langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan Indonesia dengan mengurangi ketergantungan pada impor. Inisiatif ini sejalan dengan upaya yang lebih luas untuk memperkuat sektor pertanian negara melalui inovasi dan kolaborasi.
Garlic Production Initiative
Research Collaboration Announcement