Key insights and market outlook
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 2% di tahun 2026, sehingga bauran EBT mencapai sekitar 17,75% dari 15,75% pada 2025. Ini menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan di sektor energi terbarukan negara, meskipun masih ada tantangan karena pengembangan bahan bakar fosil yang terus berlanjut. Peningkatan bauran EBT sebesar 1,1% dari 2024 ke 2025 menunjukkan kemajuan, dengan kementerian terus fokus pada pencapaian penetrasi energi terbarukan yang lebih tinggi.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 2% di tahun 2026, melanjutkan kemajuan yang dicapai pada tahun 2025. Menurut Menteri Bahlil Lahadalia, bauran EBT mencapai 15,75% di 2025, meningkat 1,1% dari level 2024. Tren pertumbuhan ini menempatkan Indonesia pada posisi untuk berpotensi mencapai bauran EBT 17,75% pada akhir 2026.
Meski ada kemajuan, Menteri Bahlil mencatat bahwa pencapaian pertumbuhan signifikan dalam bauran EBT tetap menantang karena pengembangan sumber energi bahan bakar fosil, khususnya batu bara dan gas, yang terus berlanjut. Investasi yang terus-menerus pada infrastruktur energi konvensional mempersulit upaya transisi cepat ke sumber energi yang lebih bersih. Namun, komitmen pemerintah untuk secara bertahap meningkatkan pangsa energi terbarukan menunjukkan pendekatan strategis untuk menyeimbangkan keamanan energi dengan pertimbangan lingkungan.
Target ESDM ini mencerminkan komitmen Indonesia yang lebih luas dalam mengembangkan sektor energi terbarukan sambil mengelola kompleksitas bauran energinya. Keberhasilan inisiatif ini akan bergantung pada implementasi kebijakan yang efektif dan kemampuan untuk menyeimbangkan kebutuhan energi yang bersaing. Target 2% untuk 2026 menjadi milestone penting dalam perjalanan Indonesia menuju pencapaian target energi terbarukan jangka panjang.
Renewable Energy Target Increase
EBT Mix Improvement Plan