Indonesia Allocates 9.5 Million Tons of Subsidized Fertilizer for 2026 with Rp 46.8T Budget
Back
Back
4
Impact
3
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Indonesia Alokasikan 9,5 Juta Ton Pupuk Subsidi untuk 2026 dengan Anggaran Rp 46,8 T

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan 9,5 juta ton pupuk subsidi untuk tahun 2026, dengan total anggaran Rp 46,87 triliun. Alokasi ini mencakup pupuk untuk sektor pertanian dan perikanan. Keputusan ini diambil dalam rapat tingkat menteri yang dihadiri oleh para menteri dan eksekutif BUMN, dengan alokasi ini ditetapkan sebagai plafon anggaran untuk tahun depan.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Tetapkan Alokasi Pupuk Subsidi 2026 Sebesar 9,5 Juta Ton

Alokasi Komprehensif untuk Pertanian dan Perikanan

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan alokasi total 9,5 juta ton pupuk subsidi untuk tahun 2026, dengan anggaran sebesar Rp 46,87 triliun. Alokasi komprehensif ini mencakup kebutuhan pupuk untuk sektor pertanian dan perikanan, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung industri penting ini.

Rincian dan Alokasi Anggaran

Total alokasi 9,5 juta ton mencakup ketentuan khusus untuk berbagai sektor: sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan pertanian, sementara 295.000 ton khusus untuk perikanan. Total anggaran untuk alokasi ini mencapai Rp 46,87 triliun, yang telah disetujui dalam rapat tertutup di tingkat menteri.

Pemangku Kepentingan dan Proses Pengambilan Keputusan

Keputusan ini diambil dalam rapat tertutup tingkat tinggi yang dihadiri oleh pejabat pemerintah kunci, termasuk: Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, dan Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufik. Pendekatan multi-pemangku kepentingan ini memastikan bahwa alokasi memenuhi berbagai kebutuhan sektoral sambil menjaga prudensi fiskal.

Signifikansi Anggaran dan Implementasi

Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 46,87 triliun menunjukkan komitmen signifikan dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Alokasi ini telah ditetapkan sebagai plafon anggaran, memberikan fleksibilitas untuk pengeluaran aktual berdasarkan kondisi pasar dan kebutuhan operasional sepanjang tahun. Alokasi strategis ini menunjukkan pendekatan proaktif pemerintah dalam mengelola input pertanian dan mendukung tujuan ketahanan pangan nasional.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Agricultural SubsidyFertilizer AllocationFood Security Policy

Key Events

1

Subsidized Fertilizer Allocation for 2026

2

Agricultural Budget Approval

Timeline from 1 verified sources