Key insights and market outlook
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan bahwa Rp51 triliun akan dibutuhkan untuk insentif biodiesel pada tahun 2026 untuk mendukung program mandatory B40. Jumlah ini relatif konsisten dengan alokasi tahun 2025. Volume biodiesel untuk 2026 ditetapkan sebesar 15,65 juta kiloliter, mirip dengan 15,6 juta kiloliter di tahun 2025. Alokasi yang konsisten ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mempertahankan program biodiesel.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memproyeksikan bahwa Rp51 triliun akan diperlukan untuk insentif biodiesel pada tahun 2026 guna mendukung implementasi program mandatory B40. Proyeksi ini relatif konsisten dengan alokasi tahun 2025, menunjukkan komitmen yang stabil terhadap inisiatif biodiesel.
Volume biodiesel untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 15,65 juta kiloliter, yang tidak jauh berbeda dengan 15,6 juta kiloliter yang dialokasikan pada tahun 2025. Volume yang stabil ini menjadi alasan utama kesamaan alokasi insentif. Menurut Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) di Kementerian ESDM, kesamaan volume biodiesel antara kedua tahun tersebut membenarkan jumlah insentif yang sebanding.
Alokasi yang konsisten untuk insentif biodiesel menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk mempertahankan dan mendukung program B40. Program ini merupakan bagian dari upaya negara untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mempromosikan sumber energi terbarukan. Alokasi keuangan yang signifikan ini menggarisbawahi dedikasi pemerintah terhadap diversifikasi energi dan inisiatif keberlanjutan lingkungan.
Biodiesel Incentive Allocation for 2026
B40 Mandatory Program Continuation