Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia masih menunggu proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan beroperasi penuh sebelum menghentikan impor solar. Proyek RDMP hampir selesai dengan semua tahapan utama telah diselesaikan dan diharapkan menjadi tulang punggung pasokan solar Indonesia mulai 2026. Penyelesaian proyek ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada solar impor dan meningkatkan keamanan energi.
Pemerintah Indonesia telah menunda rencana penghentian impor solar sampai proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan beroperasi penuh. Proyek RDMP yang dikembangkan oleh Pertamina ini merupakan komponen penting dalam strategi energi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada solar impor.
Menurut Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), proyek RDMP Balikpapan sudah dalam tahap akhir. Semua tahap konstruksi utama telah selesai, dan fasilitas tersebut siap untuk mulai beroperasi. Peresmian resmi diharapkan pada Januari 2026, setelah itu kilang akan mulai berkontribusi signifikan pada pasokan solar Indonesia.
Penyelesaian RDMP Balikpapan sangat vital bagi keamanan energi Indonesia. Setelah beroperasi penuh, kilang ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pasokan solar negara, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor dan menghemat devisa. Proyek ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk meningkatkan kapasitas pengilangan dalam negeri dan mencapai swasembada energi.
Proyek RDMP tidak hanya mengatasi masalah keamanan energi tetapi juga memiliki implikasi ekonomi yang signifikan. Dengan mengurangi impor solar, Indonesia dapat menghemat cadangan devisa yang substansial. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat menciptakan kesempatan kerja dan merangsang aktivitas ekonomi di wilayah sekitar Balikpapan.
RDMP Balikpapan Completion
Diesel Import Reduction Plan