Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia dan Muhammadiyah memiliki prediksi berbeda untuk awal Ramadhan 2026. Kementerian Agama (Kemenag) memproyeksikannya dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, sementara hitungan Muhammadiyah berbeda satu hari. Penentuan akhir menunggu sidang isbat pemerintah, yang menggunakan metode Rukyatul Hilal yang divalidasi oleh kriteria MABIMS.
Masyarakat Muslim Indonesia menantikan awal Ramadhan 2026 dengan prediksi berbeda dari organisasi Islam besar. Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan bahwa Ramadhan diperkirakan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan perhitungan kalender Hijriyah mereka. Namun, prediksi Muhammadiyah berbeda satu hari, menciptakan ketidakpastian di kalangan masyarakat.
Pemerintah Indonesia akan membuat penentuan akhir melalui sidang isbat, yang mengikuti metode Rukyatul Hilal. Metode tradisional ini melibatkan pengamatan visibilitas bulan dan divalidasi oleh kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Per 9 Januari 2026, terdapat sekitar 41 hari hingga awal Ramadhan yang diperkirakan.
Hitungan mundur menuju Ramadhan telah dimulai, dengan umat Muslim mempersiapkan diri untuk bulan suci puasa dan refleksi spiritual. Perbedaan prediksi antara Kemenag dan Muhammadiyah telah memicu diskusi publik tentang tanggal pasti. Sidang isbat pemerintah akan memberikan penentuan resmi, yang biasanya diikuti oleh mayoritas umat Islam Indonesia.