Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia telah meningkatkan anggaran perumahan menjadi Rp10 triliun untuk program bedah rumah di tahun 2026, dengan tujuan memperluas cakupan di seluruh kabupaten/kota. Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Maruarar Sirait dalam acara perumahan yang dihadiri Presiden Prabowo di Serang, Banten. Program yang diperluas ini mengatasi keterbatasan sebelumnya dimana banyak daerah belum tersentuh inisiatif bedah rumah.
Pemerintah Indonesia telah meningkatkan anggaran perumahan secara signifikan menjadi Rp10 triliun untuk program bedah rumah di tahun 2026, menandai perluasan besar-besaran inisiatif ini di seluruh negeri. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengumumkan kebijakan ini dalam acara akad massal kepemilikan rumah yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Serang, Banten pada 20 Desember 2025.
Keputusan untuk meningkatkan anggaran ini diambil setelah implementasi program bedah rumah sebelumnya memiliki keterbatasan, dengan banyak daerah yang belum tersentuh inisiatif ini. Program yang diperluas ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan tersebut dengan memberikan cakupan yang lebih komprehensif di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Peningkatan anggaran ini diharapkan memiliki dampak positif pada kondisi perumahan di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dan wilayah yang kurang terlayani. Dengan memperluas program bedah rumah, pemerintah bertujuan untuk meningkatkan standar hidup dan menyediakan fasilitas perumahan yang lebih baik bagi warga yang sebelumnya tidak memiliki akses ke inisiatif semacam ini.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintahan saat ini dalam mengatasi kebutuhan perumahan dan meningkatkan infrastruktur. Peningkatan signifikan dalam alokasi anggaran ini mencerminkan pendekatan proaktif terhadap prioritas pembangunan nasional, khususnya di sektor perumahan.
Housing Budget Increase to Rp10 Trillion
Home Renovation Program Expansion