Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia telah menaikkan batas kredit Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp500 juta menjadi Rp1 miliar dan menerapkan suku bunga flat 6%. Keputusan ini, yang dibuat bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, bertujuan mendukung pertumbuhan usaha kecil melalui akses kredit yang lebih mudah. Kebijakan baru ini menampilkan struktur bunga yang disederhanakan, menghilangkan kenaikan suku bunga yang sebelumnya berlaku sesuai durasi pinjaman.
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan perluasan signifikan program Kredit Usaha Rakyat (KUR), menaikkan batas kredit maksimum dari Rp500 juta menjadi Rp1 miliar dan memperkenalkan suku bunga flat 6%. Perubahan kebijakan ini, yang dikoordinasikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mewakili pergeseran signifikan dalam struktur dukungan mikrofinansial negara.
Kebijakan baru ini menghilangkan sistem suku bunga bertingkat sebelumnya di mana suku bunga meningkat sesuai durasi pinjaman - sebelumnya 6% di tahun pertama, 7% di tahun kedua, dan 8% di tahun ketiga. Struktur suku bunga flat dirancang untuk memberikan biaya pembiayaan yang lebih dapat diprediksi bagi pemilik usaha kecil. Aminuddin Ma'ruf, Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, menjelaskan bahwa keputusan ini dibuat selama pertemuan dengan Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Penyesuaian kebijakan ini bertujuan meningkatkan akses kredit bagi usaha kecil sambil menjaga biaya pembiayaan tetap terjangkau. Dengan mempertahankan suku bunga yang konsisten sepanjang periode pinjaman, pemerintah berupaya mengurangi beban keuangan penerima KUR dan mendorong lebih banyak bisnis untuk berpartisipasi dalam program ini.
Syarat KUR yang baru berlaku efektif segera, berlaku untuk struktur pinjaman baru dan potensial yang sudah ada. Batas kredit yang diperluas dan struktur suku bunga yang disederhanakan diharapkan berdampak positif pada lanskap mikrofinansial Indonesia dengan membuat kredit lebih mudah diakses oleh pemilik usaha kecil.
KUR Credit Limit Increase
Flat Interest Rate Implementation