Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk menambah kuota subsidi LPG sebesar 350.000 ton metrik untuk memastikan ketersediaan pasokan yang cukup selama musim liburan Natal dan Tahun Baru. Keputusan ini diambil tanpa menambah anggaran, yang dimungkinkan karena harga minyak mentah global yang rendah saat ini. Total kuota LPG akan naik menjadi sekitar 8,51 juta ton metrik dari semula 8,16 juta.
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan peningkatan signifikan dalam kuota subsidi LPG sebesar 350.000 ton metrik untuk memastikan ketersediaan pasokan yang memadai selama musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang akan datang. Keputusan ini diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden pada Kamis, 27 November 2025.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa peningkatan kuota subsidi LPG ini dilakukan tanpa memerlukan alokasi anggaran tambahan. Pemerintah berhasil mengakomodasi peningkatan ini karena harga minyak mentah global yang rendah saat ini, seperti tercermin dalam benchmark Indonesian Crude Price (ICP).
Keputusan untuk meningkatkan kuota LPG sebesar 350.000 ton metrik ini menaikkan total alokasi LPG menjadi 8,51 juta ton metrik, naik dari 8,16 juta. Langkah strategis ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan energi selama musim liburan yang merupakan periode puncak konsumsi LPG. Pemerintah mengantisipasi bahwa kuota tambahan ini akan efektif memenuhi peningkatan permintaan dari sektor rumah tangga dan komersial.
Keputusan kebijakan ini menunjukkan pendekatan proaktif pemerintah dalam mengelola subsidi energi dan pasokan selama periode kritis. Dengan memanfaatkan harga minyak global yang menguntungkan, pemerintah dapat meningkatkan keamanan energi tanpa membebani sumber daya fiskal. Langkah ini diharapkan berdampak positif bagi konsumen dan bisnis yang bergantung pada LPG selama musim liburan.
LPG Subsidy Quota Increase
Energy Supply Management
Budget-Neutral Policy Decision