Key insights and market outlook
Indonesia bersaing dengan 90 penawar lain untuk lahan seluas 80 hektar di Makkah, Arab Saudi, guna membangun kampung haji melalui Danantara, perusahaan pengelola investasi milik negara. Proses penawaran berdasarkan pada proposal konsep terbaik bukan penawaran tertinggi, karena harga tanah telah ditetapkan oleh pihak Arab Saudi. Indonesia mengikuti dua area: tanah saja dan tanah beserta bangunan.
Indonesia saat ini terlibat dalam proses penawaran yang kompetitif melawan 90 penawar lain untuk lahan seluas 80 hektar di Makkah, Arab Saudi, guna membangun kampung haji. Proyek ini dikelola oleh Danantara, perusahaan pengelola investasi milik negara. Proses penawaran ini unik karena fokus pada proposal konsep terbaik bukan tawaran keuangan tertinggi, karena harga tanah telah ditetapkan oleh pihak Arab Saudi.
Kompetisi ini melibatkan dua kategori penawaran: satu untuk tanah saja dan lainnya untuk tanah dengan bangunan yang sudah ada. Direktur Manajemen Treasury Danantara, Ali Setiawan, menyebutkan bahwa meskipun jumlah investasi yang tepat belum diungkapkan, perusahaan optimis bisa mendapatkan proyek ini. Proses seleksi sepenuhnya berdasarkan kualitas konsep yang diusulkan, sementara harga tidak bisa dinegosiasikan karena telah ditetapkan pemerintah Saudi.
Proyek ini sangat penting untuk meningkatkan fasilitas bagi jemaah haji Indonesia. Jika berhasil, Indonesia dapat mengembangkan infrastruktur yang akan meningkatkan pengalaman ibadah haji. Proyek ini bukan hanya peluang investasi besar, tapi juga menunjukkan komitmen Indonesia untuk melayani komunitas religiusnya.
Danantara saat ini menunggu hasil proses penawaran. Dengan banyaknya penawar besar yang terlibat, kompetisi sangat ketat. Pengumuman final diharapkan setelah evaluasi selesai, dan Indonesia tetap optimis bisa mendapatkan proyek ini berdasarkan proposal komprehensifnya.
Makkah Land Bidding Process
Hajj Pilgrims' Village Development