Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan energi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) meskipun terjadi bencana alam di beberapa wilayah. Cadangan stok BBM mencapai 24 hari, di atas batas minimum nasional sebesar 18 hari 2
Pemerintah Indonesia telah melaksanakan langkah-langkah komprehensif untuk memastikan keamanan energi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Meskipun menghadapi tantangan dari bencana alam di wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, pemerintah berhasil menjaga ketahanan energi nasional 1
Per tanggal 19 Desember 2025, stok BBM nasional mencapai 24 hari cadangan, di atas ambang batas minimum nasional sebesar 18 hari 2
Pemerintah juga menjaga ketersediaan Liquified Petroleum Gas (LPG) yang memadai. Per 19 Desember 2025, stok LPG nasional mencapai 314.394 metrik ton dengan Daily Objective Throughput (DOT) sebesar 25.832 MT per hari, menghasilkan 12,17 hari cakupan 1
Di sektor kelistrikan, pemerintah memastikan bahwa cadangan bahan bakar pembangkit tetap di atas ambang aman:
Langkah-langkah ini meminimalkan risiko gangguan suplai listrik sistemik selama periode Nataru.
Meski tingkat stok energi secara nasional memadai, tantangan distribusi tetap ada di wilayah terdampak bencana. Di Aceh, meskipun sistem backbone kelistrikan telah pulih, empat kabupaten tetap berada di bawah 50% pemulihan infrastruktur listrik - Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah 1
Untuk mengatasi tantangan ini, PT Pertamina menerapkan strategi logistik alternatif:
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan energi meski ada tantangan logistik.
Pemerintah mengadopsi pendekatan multi-aspek dalam mitigasi risiko:\
Nataru Energy Security Measures
Fuel Stock Enhancement
Power Generation Preparedness