Key insights and market outlook
Regulator keuangan Indonesia mempertimbangkan penggunaan data seluler sebagai alternatif penilaian kredit di industri fintech lending. Para ahli menyarankan bahwa pola penggunaan data seluler dapat menunjukkan kelayakan kredit, dengan konsumsi data yang lebih tinggi berpotensi menandakan kemampuan pembayaran yang lebih baik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penggunaan riwayat transaksi QRIS untuk penilaian kredit, sementara para ahli mengusulkan penggunaan data seluler sebagai sumber alternatif lain.
Regulator keuangan Indonesia dan para ahli industri sedang mendiskusikan pendekatan inovatif untuk penilaian kredit di sektor pinjaman online. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyambut baik penggunaan riwayat transaksi QRIS sebagai dasar penilaian kredit 1
Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), menyarankan bahwa pola konsumsi data seluler dapat menunjukkan kelayakan kredit seseorang. Menurut Huda, penggunaan data seluler yang lebih tinggi mungkin berkorelasi dengan kemampuan keuangan yang lebih baik, karena hal ini menunjukkan permintaan yang lebih kuat untuk layanan internet 1
OJK telah menyatakan dukungannya untuk menggunakan data transaksi keuangan, termasuk transaksi QRIS, dalam penilaian kredit untuk pinjaman online 1
Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan mekanisme penilaian kredit. Agung menekankan bahwa AI harus dipandang sebagai alat canggih yang dapat memproses berbagai titik data, termasuk catatan transaksi digital, untuk menilai kelayakan kredit dengan lebih baik 1
Alternative Credit Scoring Proposal
QRIS Transaction Data Usage
Fintech Lending Innovation