Indonesia Explores Alternative Credit Scoring Using Mobile Data for Fintech Lending
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Indonesia Jelajahi Penggunaan Data Seluler sebagai Alternatif Penilaian Kredit Pinjol

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Regulator keuangan Indonesia mempertimbangkan penggunaan data seluler sebagai alternatif penilaian kredit di industri fintech lending. Para ahli menyarankan bahwa pola penggunaan data seluler dapat menunjukkan kelayakan kredit, dengan konsumsi data yang lebih tinggi berpotensi menandakan kemampuan pembayaran yang lebih baik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penggunaan riwayat transaksi QRIS untuk penilaian kredit, sementara para ahli mengusulkan penggunaan data seluler sebagai sumber alternatif lain.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Jelajahi Penggunaan Data Seluler untuk Penilaian Kredit Pinjol

Metode Penilaian Kredit Alternatif yang Muncul

Regulator keuangan Indonesia dan para ahli industri sedang mendiskusikan pendekatan inovatif untuk penilaian kredit di sektor pinjaman online. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyambut baik penggunaan riwayat transaksi QRIS sebagai dasar penilaian kredit 1

. Sementara itu, para ahli mengusulkan bahwa penggunaan data seluler dapat menjadi sumber data alternatif yang berharga.

Data Seluler sebagai Indikator Kelayakan Kredit

Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), menyarankan bahwa pola konsumsi data seluler dapat menunjukkan kelayakan kredit seseorang. Menurut Huda, penggunaan data seluler yang lebih tinggi mungkin berkorelasi dengan kemampuan keuangan yang lebih baik, karena hal ini menunjukkan permintaan yang lebih kuat untuk layanan internet 1

.

Wawasan Utama dari Data Seluler

  1. Volume konsumsi data: Penggunaan data yang lebih tinggi berpotensi menunjukkan kapasitas keuangan yang lebih baik
  2. Metode pembayaran: Paket pascabayar vs prabayar dapat menandakan perilaku keuangan yang berbeda
  3. Konsistensi penggunaan: Pola penggunaan yang kontinu vs intermiten dapat mencerminkan stabilitas keuangan

Perspektif Regulator

OJK telah menyatakan dukungannya untuk menggunakan data transaksi keuangan, termasuk transaksi QRIS, dalam penilaian kredit untuk pinjaman online 1

. Pendekatan ini dipandang sangat bermanfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang aktivitas keuangannya mungkin tidak sepenuhnya tercakup melalui metode penilaian kredit tradisional.

Peran Teknologi

Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan mekanisme penilaian kredit. Agung menekankan bahwa AI harus dipandang sebagai alat canggih yang dapat memproses berbagai titik data, termasuk catatan transaksi digital, untuk menilai kelayakan kredit dengan lebih baik 1

.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Fintech InnovationCredit ScoringDigital Finance

Key Events

1

Alternative Credit Scoring Proposal

2

QRIS Transaction Data Usage

3

Fintech Lending Innovation

Timeline from 1 verified sources