Indonesia Explores Becoming Global Hub for Coffee, Tea, and Cocoa Trading
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 12
Sources1 verified

RI Didorong Jadi Pusat Perdagangan Kopi, Teh, dan Kakao Dunia

Tim Editorial AnalisaHub·12 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Ketua Kadin Anindya Bakrie bertemu Mendag Budi Santoso membahas rencana menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan global kopi, teh, dan kakao ('Koteka'). Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ketiga dunia setelah Brasil dan Kolombia. Usulan ini bertujuan mengalihkan penentuan harga dari pasar internasional (saat ini berpusat di Inggris) ke Indonesia. Inisiatif ini membutuhkan dukungan regulasi dan insentif ekspor untuk meningkatkan daya saing.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

RI Didorong Jadi Pusat Perdagangan Kopi, Teh, dan Kakao Dunia

Inisiatif Strategis untuk Meningkatkan Perdagangan Komoditas

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memimpin inisiatif untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan global komoditas kopi, teh, dan kakao yang disebut 'Koteka'. Ketua Kadin Anindya Bakrie mengungkapkan bahwa diskusi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso fokus pada pemanfaatan peran penting Indonesia dalam produksi komoditas tersebut.

Memanfaatkan Kekuatan Produksi

Indonesia memiliki posisi yang baik untuk menjadi pusat perdagangan global karena:

  1. Kapasitas produksi signifikan: Produsen kopi terbesar ketiga dunia
  2. Ragam produk beragam: Menghasilkan arabika, robusta, dan kopi luwak
  3. Konsumsi domestik meningkat: Merek dan jaringan ritel lokal yang kuat
  4. Posisi pasar strategis: Produsen utama dengan potensi mempengaruhi harga global

Tantangan dalam Menjadikan RI sebagai Pusat Koteka

Walaupun Indonesia memiliki keunggulan produksi, mengalihkan pusat perdagangan global dari pasar yang sudah mapan seperti Inggris akan membutuhkan:

  1. Negosiasi intensif dengan pemangku kepentingan pasar saat ini
  2. Penyesuaian kerangka regulasi untuk mendukung perdagangan komoditas
  3. Insentif ekspor untuk meningkatkan daya saing
  4. Pengembangan infrastruktur pasar untuk mendukung aktivitas perdagangan global

Dukungan Industri dan Pertimbangan Regulasi

Masyarakat bisnis, melalui jaringan Kadin di daerah dan asosiasi industri, mendukung inisiatif ini. Namun, keberhasilan akan bergantung pada dukungan pemerintah melalui regulasi dan insentif yang tepat untuk membuat perdagangan komoditas Indonesia lebih kompetitif di tingkat global. Perjalanan ini diperkirakan akan menantang dan membutuhkan upaya berkelanjutan dari pemerintah dan sektor swasta.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
4 days ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Commodity TradingExport StrategyRegulatory Support

Key Events

1

Koteka Trading Hub Proposal

2

Commodity Market Discussion

Timeline from 1 verified sources