Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia sedang mengkaji rencana pembangunan jalur kereta api lintas negara yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam di Pulau Kalimantan, yang juga akan terhubung ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek ini merupakan bagian dari rencana besar untuk memperluas jaringan kereta api Indonesia menjadi 12.000 kilometer, naik dari 7.000 kilometer saat ini. Inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan konektivitas kereta api di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Pemerintah Indonesia saat ini sedang mengkaji proposal pembangunan jalur kereta api lintas negara yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam di Pulau Kalimantan, yang juga akan terintegrasi dengan ibu kota baru, Nusantara (IKN). Proyek infrastruktur besar ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperluas jaringan kereta api Indonesia dari 7.000 kilometer saat ini menjadi 12.000 kilometer, panjang yang pernah dicapai pada era kolonial Belanda.
Proposal kereta api lintas negara ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan konektivitas kereta api di wilayah-wilayah kunci, terutama Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Menurut Odo RM Manuhutu, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, pemerintah saat ini sedang menilai kelayakan proyek ambisius ini. Meskipun belum ada proposal formal dari Malaysia, pemerintah Indonesia sedang melakukan studi pendahuluan untuk mengevaluasi potensi manfaat dan tantangan proyek ini.
Rencana perluasan jaringan kereta api memiliki dua tujuan utama: meningkatkan total panjang jalur kereta api dan memperbaiki kepadatan jaringan kereta api relatif terhadap populasi dan luas wilayah. Saat ini, kepadatan kereta api di Indonesia dianggap rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk dan ukuran geografisnya. Dengan mencapai target 12.000 kilometer, pemerintah bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, memfasilitasi pertumbuhan ekonomi, dan mendukung pengembangan ibu kota baru, Nusantara.
Selain proyek kereta api baru, pemerintah juga memprioritaskan revitalisasi infrastruktur yang ada, termasuk terowongan yang berusia antara 75 hingga 100 tahun. Pendekatan komprehensif terhadap pengembangan kereta api ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memodernisasi jaringan transportasi dan mendukung tujuan ekonomi jangka panjang.
Proyek Kereta Api Lintas Negara
Pengembangan Infrastruktur IKN