Key insights and market outlook
Indonesia sedang menggali berbagai alternatif pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada impor, terutama tepung terigu. Para ahli menyoroti potensi sorgum, sagu, dan tanaman lokal lainnya sebagai substitusi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang memetakan kekayaan pangan lokal Nusantara di berbagai wilayah. Sorgum dan sagu diidentifikasi sebagai alternatif tepung terigu potensial karena nilai gizinya dan kemampuan adaptasinya. Pemerintah sedang mempromosikan penggunaan pangan lokal melalui inisiatif seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Indonesia secara aktif menggali berbagai alternatif pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada barang impor, terutama tepung terigu. Para ahli dan penelitian terbaru menyoroti potensi beberapa tanaman lokal sebagai substitusi yang layak. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berada di garis depan dalam memetakan kekayaan pangan lokal Nusantara di berbagai wilayah Indonesia, dari barat hingga timur 2
Menurut Dr. Dra. Dwinita Wikan Utami, M.Si., Kepala Riset Hortikultura dan Perkebunan BRIN, sorgum dan sagu diidentifikasi sebagai alternatif potensial tepung terigu karena kandungan gizinya dan kemampuan adaptasinya di lingkungan Indonesia. Tanaman-tanaman ini merupakan bagian dari kategori yang lebih luas dari karbohidrat lokal yang meliputi ubi jalar, jagung lokal, beras berpigmen, hanjeli, millet, dan berbagai umbi-umbian 2
Pemerintah Indonesia mempromosikan penggunaan pangan lokal melalui berbagai inisiatif, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). BRIN mengembangkan pisang kaya beta-karoten untuk mendukung program ini, menunjukkan integrasi ilmu gizi dengan promosi pangan lokal. Lembaga ini juga meneliti buah lokal lainnya seperti pepaya, yang kaya akan vitamin C dan beta-karoten 2
Repa Kustipia, Research Director CS-IFA, menekankan pentingnya sejarah pangan lokal di Indonesia, menelusuri kembali ke fase awal sejarah dan perkembangan budaya. Perjalanan pangan Nusantara digambarkan melalui berbagai fase, dari tahap awal pemburu dan peramu hingga era technofood dan ekonomi pangan digital saat ini. Periode kolonial berdampak signifikan pada sistem pangan lokal, memperkenalkan tanaman baru dan mengubah pola konsumsi 1
Salah satu tantangan dalam mempromosikan pangan lokal adalah membuatnya menarik bagi generasi muda. Repa menyarankan untuk mengaitkan pangan lokal dengan keberlanjutan, ekonomi sirkular, dan tren pangan masa depan, dan gaya hidup sehat untuk melibatkan Gen Z. Contohnya termasuk mempromosikan jamu sebagai obat kuliner dan pecel sebagai konsep farm-to-table Indonesia. Untuk wilayah seperti Indonesia Timur, sagu disoroti sebagai sumber pangan masa depan yang potensial 1
BRIN berupaya memastikan bahwa hasil penelitian diterjemahkan menjadi inovasi praktis. Lembaga ini mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, universitas, dan mitra industri untuk mengembangkan dan mempromosikan sumber daya pangan lokal. Hal ini termasuk memastikan validitas temuan penelitian dan manfaat ekonominya bagi semua pihak yang terlibat 2
Promosi Pangan Lokal
Pengembangan Tanaman Alternatif
Inovasi Produk Pangan