Indonesia Explores Tourism Insurance Pilot Project in Labuan Bajo for 2026
Back
Back
4
Impact
3
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 20
Sources1 verified

Indonesia Kaji Pilot Project Asuransi Pariwisata di Labuan Bajo untuk 2026

Tim Editorial AnalisaHub·20 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan implementasi proyek percontohan asuransi pariwisata di Labuan Bajo untuk tahun 2026 guna meningkatkan daya saing destinasi dan manajemen risiko. Inisiatif yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ini melibatkan pemangku kepentingan utama termasuk OJK, BRIN, dan asosiasi pariwisata. Program asuransi komprehensif ini bertujuan untuk memberikan perlindungan finansial bagi wisatawan dan pelaku usaha sekaligus meningkatkan standar keselamatan di destinasi pariwisata prioritas Indonesia.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Luncurkan Proyek Percontohan Asuransi Pariwisata di Labuan Bajo

Meningkatkan Daya Saing Destinasi dan Manajemen Risiko

Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan implementasi program asuransi pariwisata komprehensif di Labuan Bajo, destinasi pariwisata prioritas, yang akan dimulai pada tahun 2026. Inisiatif ini dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai sektor.

Tujuan dan Pemangku Kepentingan Utama

Proyek percontohan asuransi pariwisata ini bertujuan untuk mengatasi beberapa aspek kritis industri pariwisata:

  1. Mitigasi Risiko: Memberikan perlindungan finansial komprehensif bagi wisatawan dan pelaku usaha pariwisata
  2. Standar Kualitas: Meningkatkan langkah-langkah keselamatan dan keamanan dalam operasi pariwisata
  3. Daya Saing: Meningkatkan daya tarik Labuan Bajo di pasar global melalui manajemen risiko yang lebih baik
  4. Profesionalisme Industri: Mendorong praktik terbaik dalam manajemen dan operasi pariwisata

FGD ini mempertemukan pemangku kepentingan utama termasuk perwakilan dari:

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
  • Otoritas pemerintah daerah
  • Asosiasi pelaku usaha pariwisata
  • Perwakilan sektor transportasi

Strategi Implementasi

Herfan Brilianto, Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian, menekankan bahwa pemilihan Labuan Bajo untuk proyek percontohan ini sejalan dengan statusnya sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional yang tertuang dalam RPJMN. Lokasi ini dipilih karena profil risiko pariwisata yang beragam dan potensinya dalam mendemonstrasikan strategi manajemen risiko yang efektif.

Program asuransi pariwisata yang diusulkan diharapkan dapat:

  1. Memberikan cakupan risiko komprehensif bagi wisatawan dan operator pariwisata
  2. Meningkatkan kemampuan manajemen krisis di sektor pariwisata
  3. Meningkatkan daya saing destinasi secara keseluruhan di pasar pariwisata global
  4. Mendorong profesionalisme industri melalui praktik manajemen risiko yang terstandar

Perspektif Industri

Abdul Haris, Direktur PT Jasaraharja Putera, menyoroti pentingnya strategis asuransi pariwisata dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi pengunjung dan meningkatkan kepercayaan terhadap destinasi pariwisata Indonesia. Ia menekankan bahwa program asuransi tidak hanya memberikan perlindungan finansial tetapi juga berkontribusi pada tata kelola risiko yang lebih baik dan keberlanjutan industri pariwisata.

Pengembangan proyek percontohan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat sektor pariwisata melalui solusi manajemen risiko yang inovatif sambil menjaga standar keselamatan dan keamanan yang tinggi bagi pengunjung.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
3 weeks ago
Read Time
14 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Tourism InsuranceRisk ManagementDestination Development

Key Events

1

Tourism Insurance Pilot Project Launch

2

Risk Management Initiative

Timeline from 1 verified sources