Indonesia Eyes E10 Fuel Implementation by 2028 with Tax Relief Discussions
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 9
Sources1 verified

Indonesia Targetkan Implementasi Bahan Bakar E10 pada 2028 dengan Pembahasan Relaksasi Cukai

Tim Editorial AnalisaHub·9 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia menargetkan implementasi bahan bakar E10 pada 2028, dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini sedang membahas relaksasi cukai etanol dengan Kementerian Koordinator Perekonomian. Rencana ini melibatkan penggunaan etanol sebesar 10% dari bahan bakar bensin, yang membutuhkan penyesuaian regulasi terhadap aturan yang ada, terutama mengenai pembebasan cukai dan izin usaha.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Maju dengan Rencana Bahan Bakar E10 dan Penyesuaian Regulasi

Menargetkan Campuran Etanol 10% pada 2028

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sedang mendorong rencana implementasi bahan bakar E10 - campuran bensin yang mengandung 10% etanol - pada tahun 2028. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya negara untuk mengembangkan sektor energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Tantangan Regulasi dan Solusi yang Diusulkan

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) di ESDM, Eniya Listiani Dewi, menekankan bahwa meskipun peraturan yang ada, khususnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 82, sudah membebaskan bahan bakar nabati dari cukai, masih terdapat hambatan implementasi yang signifikan. Aturan saat ini mensyaratkan Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Usaha Niaga (IUN), yang dianggap sebagai hambatan implementasi.

Peta Jalan dan Timeline Implementasi

Kementerian sedang menyelesaikan peta jalan untuk implementasi bahan bakar E10, yang diharapkan segera dirilis sebagai Keputusan Menteri. Eniya menyatakan bahwa diskusi sedang berlangsung mengenai potensi relaksasi cukai untuk produsen etanol, yang dapat melibatkan revisi Peraturan Presiden No. 40 untuk memasukkan ketentuan relaksasi cukai.

Implikasi Ekonomi dan Energi

Implementasi bahan bakar E10 yang berhasil akan menandai langkah signifikan dalam transisi energi Indonesia, berpotensi mengurangi ketergantungan negara pada bahan bakar fosil impor sambil mendukung sektor pertanian domestik melalui peningkatan permintaan etanol, yang biasanya diproduksi dari tanaman seperti tebu atau jagung.

Tantangan di Masa Depan

Meskipun rencana ini menjanjikan, keberhasilannya akan tergantung pada penanganan hambatan regulasi dan memastikan pasokan etanol yang stabil. Upaya pemerintah untuk menyeimbangkan keamanan energi, kelayakan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan akan sangat penting dalam menentukan kecepatan dan skala transisi ini.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Energi TerbarukanKebijakan EnergiBahan Bakar Nabati

Key Events

1

E10 Fuel Implementation Plan

2

Ethanol Tax Relief Discussion

3

Renewable Energy Policy Development

Timeline from 1 verified sources