Key insights and market outlook
Indonesia mengalami kekurangan akuntan publik yang signifikan, terutama di Indonesia Timur, Indonesia Barat, dan Kalimantan. Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kemenkeu, Erawati, menekankan bahwa jumlah akuntan publik di wilayah tersebut sangat terbatas, meskipun terdapat banyak perusahaan. Kekurangan ini mempengaruhi kualitas pelaporan keuangan dan kepatuhan regulasi di berbagai industri.
Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi adanya kekurangan signifikan akuntan publik di seluruh negeri, dengan defisiensi yang sangat parah di Indonesia Timur, Indonesia Barat, dan Kalimantan. Menurut Erawati, Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Kementerian Keuangan, wilayah-wilayah ini memiliki jumlah akuntan publik bersertifikat yang sangat rendah.
Kelangkaan profesional akuntansi di daerah-daerah ini secara signifikan menantang kualitas pelaporan keuangan dan kepatuhan regulasi bagi perusahaan yang beroperasi di sana. Erawati mencatat bahwa meskipun terdapat banyak bisnis di wilayah-wilayah ini, kurangnya akuntan terampil dapat menyebabkan potensi masalah dengan akurasi laporan keuangan dan kepatuhan terhadap standar akuntansi.
Kementerian Keuangan menyadari kekurangan kritis ini dan kemungkinan akan mengembangkan inisiatif untuk mengatasi ketidakseimbangan. Pemerintah mungkin perlu melaksanakan program-program yang ditargetkan untuk meningkatkan jumlah profesional akuntansi di wilayah-wilayah yang kurang terlayani, berpotensi melalui insentif pendidikan dan pelatihan.
Public Accountant Shortage Identification
Regional Accounting Disparity Highlighted