Key insights and market outlook
Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa harga batubara domestic market obligation (DMO) tetap di $70 per ton sejak 2018. Keputusan ini diambil untuk mencegah lonjakan biaya subsidi energi. Jika harga DMO mengikuti fluktuasi pasar, biaya subsidi listrik berpotensi meningkat hingga Rp 22 triliun per tahun.
Kementerian Keuangan Indonesia mengungkapkan alasan di balik penetapan harga batubara domestic market obligation (DMO) tetap di $70 per ton sejak 2018. Menurut Robert, Analis Kebijakan Senior Kemenkeu, strategi harga ini diterapkan untuk mencegah kenaikan signifikan dalam pengeluaran subsidi energi.
Kemenkeu melakukan simulasi untuk tahun 2024 yang menunjukkan bahwa jika harga batubara DMO mengikuti harga pasar, biaya subsidi listrik berpotensi meningkat Rp 22 triliun per tahun. Kenaikan besar ini terutama disebabkan oleh tingginya biaya pembangkitan listrik ketika menggunakan batubara dengan harga pasar. Harga DMO yang tetap membantu menjaga stabilitas harga listrik bagi konsumen dan mengendalikan beban subsidi pemerintah.
Dengan mempertahankan harga DMO batubara di $70 per ton, pemerintah mencapai keseimbangan antara memastikan keterjangkauan energi bagi konsumen dan mengelola pengeluaran fiskal untuk subsidi. Keputusan ini mencerminkan interaksi kompleks antara harga energi, kebijakan subsidi, dan manajemen ekonomi secara keseluruhan di Indonesia.
DMO Coal Price Maintenance
Energy Subsidy Management