Key insights and market outlook
Industri asuransi jiwa Indonesia berpotensi meningkatkan investasi saham di 2026, didorong oleh indikator pasar yang membaik dan kepercayaan yang meningkat terhadap kebijakan pemerintah. Perusahaan asuransi jiwa saat ini masih mempertahankan sikap investasi yang konservatif, dengan sebagian besar aset dialokasikan pada instrumen pendapatan tetap. Para ahli industri memprediksi pergeseran potensi ke arah ekuitas, terutama di sektor-sektor dengan fundamental kuat dan valuasi yang menarik.
Industri asuransi jiwa Indonesia berada di ambang perubahan strategis dalam pendekatan investasinya untuk tahun 2026. Menurut Yurivano Gani, Ketua Bidang Operational Excellence Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), terdapat indikasi bahwa perusahaan asuransi jiwa mungkin akan meningkatkan alokasi mereka pada investasi saham di tahun depan. Perubahan potensial ini didorong oleh indikator pasar yang membaik dan kepercayaan yang meningkat terhadap kebijakan pemerintah.
Saat ini, perusahaan asuransi jiwa mempertahankan sikap investasi yang konservatif, dengan sebagian besar portofolio mereka dialokasikan pada instrumen pendapatan tetap. BCA Life, misalnya, terutama berinvestasi pada obligasi pemerintah, sementara Ciputra Life juga mempertahankan sebagian besar investasinya pada obligasi negara dan korporasi. Hingga Q3 2025, investasi saham industri ini mencapai Rp124,57 triliun, mewakili penurunan 14% tahun-ke-tahun.
Para ahli industri mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang mempengaruhi keputusan investasi perusahaan asuransi jiwa:
Sementara instrumen pendapatan tetap tetap menjadi pilihan investasi utama karena stabilitas dan kebutuhan pencocokan liabilitas, terdapat minat yang meningkat untuk secara selektif meningkatkan eksposur ke pasar saham. Perusahaan seperti Ciputra Life terus-menerus mengevaluasi potensi penambahan portofolio ekuitas mereka, terutama pada saham dengan fundamental kuat namun valuasi saat ini rendah.
Wahyudin Rahman, seorang ahli asuransi, mencatat bahwa meskipun alokasi utama kemungkinan tetap pada instrumen pendapatan tetap, terdapat peluang untuk meningkatkan eksposur saham di sektor-sektor dengan fundamental kuat. Ia juga menyoroti pentingnya diversifikasi ke aset alternatif seperti infrastruktur dan instrumen berbasis ESG untuk meningkatkan return yang stabil.
Strategi investasi industri asuransi jiwa untuk tahun 2026 diperkirakan akan lebih oportunistik sambil tetap berhati-hati. Perusahaan kemungkinan akan mempertahankan pendekatan yang seimbang antara investasi pendapatan tetap tradisional dan investasi ekuitas yang selektif, semua dalam kerangka pencocokan aset-liabilitas yang ketat dan praktik manajemen risiko.
Potential Increase in Stock Investment
Shift in Investment Strategy