Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia, di bawah keputusan Menteri Keuangan sebelumnya Purbaya Yudhi Sadewa, memutuskan untuk mempertahankan tarif cukai tembakau saat ini, sebuah langkah yang dipandang strategis untuk menjaga stabilitas industri tembakau sembari menekan peredaran rokok ilegal yang meningkat. Kebijakan ini diharapkan dapat memberi ruang bagi pelaku industri sekaligus mengatasi masalah produk tembakau ilegal yang meningkat dari 4,9% di 2020 menjadi 6,9% di 2023.
Keputusan pemerintah Indonesia untuk mempertahankan tarif cukai tembakau saat ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas industri tembakau sembari mengatasi masalah rokok ilegal yang meningkat. Keputusan Menteri Keuangan sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa ini diharapkan dapat memberi ruang bagi pelaku industri di tengah meningkatnya produk tembakau ilegal.
Peredaran rokok ilegal telah meningkat, dari 4,9% di 2020 menjadi 6,9% di 2023. Tren kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran tentang kerugian pendapatan negara dan dampak kesehatan dari produk tembakau yang tidak teregulasi. Ahmad Tauhid, Direktur Institute of Development of Economics and Finance (INDEF), mencatat bahwa meskipun kebijakan cukai ini sudah menuju arah yang tepat, efektivitas pengawasan rokok ilegal tetap menjadi tantangan.
Keputusan ini juga signifikan dalam hal implikasi ekonominya. Meningkatnya rokok ilegal diperkirakan menyebabkan kerugian pendapatan negara antara Rp 15-20 triliun. Ekonomi tersembunyi ini tidak terhitung dalam PDB, mewakili kebocoran signifikan dalam potensi pendapatan pemerintah.
Tobacco Excise Tariff Maintained
Rise in Illegal Cigarettes Reported