Key insights and market outlook
Nvidia memilih Malaysia daripada Indonesia untuk investasinya, dengan alasan keterbatasan kualitas dan kuantitas SDM. Indonesia telah menyiapkan kawasan ekonomi khusus seperti Nongsa di Batam untuk menarik raksasa teknologi tersebut. Kementerian Investasi/BKPM mengakui bahwa keterbatasan SDM menjadi faktor utama keputusan Nvidia. Hal ini menyoroti kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja teknologi guna menarik investasi teknologi besar.
Raksasa teknologi dunia, Nvidia, memilih untuk berinvestasi di Johor, Malaysia, alih-alih Indonesia, sehingga menarik perhatian terhadap posisi kompetitif Indonesia dalam menarik investasi teknologi besar. Meskipun Indonesia telah menyiapkan kawasan ekonomi khusus (KEK) seperti Nongsa di Batam untuk menarik raksasa teknologi semacam itu, Nvidia memilih Malaysia.
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengakui bahwa salah satu alasan utama Nvidia tidak memilih Indonesia adalah masalah kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi. Nurul Ichwan, Deputi Bidang Promosi dan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, mengungkapkan bahwa Nvidia melakukan observasi mendalam mengenai ketersediaan tenaga ahli sebelum memutuskan lokasi investasinya.
Perkembangan ini menyoroti tantangan signifikan bagi iklim investasi Indonesia, khususnya di sektor teknologi dan AI. Ketidakmampuan menarik Nvidia, pemimpin dalam manufaktur chip dan kecerdasan buatan, menggarisbawahi kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja teknologi dan infrastruktur untuk tetap kompetitif dalam lanskap teknologi global.
Untuk meningkatkan daya tarik terhadap investor teknologi besar, Indonesia perlu fokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi mutakhir. Ini termasuk investasi pada program pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan teknologi global. Selain itu, menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif dan memberikan insentif bagi perusahaan teknologi dapat membantu Indonesia menjadi destinasi yang lebih kompetitif untuk investasi teknologi di masa depan.
Nvidia Investment Decision
Indonesia Misses Major Tech Investment